Para Nahkoda Kapal Pengangkut Batu Bara Penabrak Jembatan Sungai Batanghari pada Mei 2024 Diamankan

sekitarjambi.com – Tiga kapal tongkang angkutan batu bara yang menabrak jembatan Sungai Batanghari berhasil ditangkap dan tengah diproses hukum oleh DITPOLAIRUD POLDA Jambi.

Tiga kapal tersebut kini dilakukan penahanan. Saat ini dilakukan penahanan karena dinilai telah melakukan pelanggaran pidana pelayaran di sepanjang bulan Mei 2024.

“Tiga kasus ini nahkodanya telah diproses karena hasil penyelidikan ditemukan peristiwa pidana pelayaran,” ungkap KASUBDIT GAKKUM DITPOLAIRUD POLDA Jambi, AKBP Wahyu Hidayat, dikutip Sabtu (25/5/2024).

Dari catatan kepolisian, sepanjang bulan Mei 2024, kasus pertama insiden tongkang menabrak Jembatan Aurduri 1, Kota Jambi, pada 13 Mei 2024. Pihak POLDA Jambi menahan nahkoda berinisial S (47) atas kelalaiannya telah menabrak fender atau pelindung jembatan.

Diketahui bahwa 4 tiang fender tersebut mengalami kerusakan akibat insiden tersebut. Kapal tongkang tersebut diketahui bermerk TB Cahaya 1 dan tongkang MJS2001.

“Peristiwa pidananya tidak ada SPB (Surat Persetujuan Berlayar) dan insiden yang mengakibatkan kecelakaan dengan kerugian materil,” ungkapnya.

Insiden kedua yakni kecelakaan kapal tongkang yang menabrak Jembatan Aurduri 1 pada 14 Mei 2024. Nahkoda kapal tongkang TB Hikmah Bunda berinisial EY (37) juga telah ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan.

Kapal dan tongkang TB Hikmah Bunda juga telah dilakukan penahanan oleh pihak POLDA Jambi. Kapal TB Hikmah juga tidak memiliki surat persetujuan berlayar dan dipidana karena insiden kecelakaan menabrak jembatan.

Selanjutnya, insiden ketiga yakni terkait kasus tongkang batu bara menabrak Jembatan Muara Tembesi, di Desa Pelayangan, Kabupaten Batanghari, pada 5 Mei 2024.

Dalam kasus ini pihak kepolisian menetapkan FZ (36) nahkoda kapal dari PT FBS sebagai tersangka. Dari hasil pemeriksaan kapal tongkang milik PT FBS itu tidak memiliki dokumen surat persetujuan berlayar.

“Kami koordinasi dengan BPTD dalam hal yang mengeluarkan surat persetujuan berlayar mengatakan tidak pernah mengajukan atau tidak pernah memiliki surat persetujuan berlayar. Kami tarik ke belakang ternyata tanggal 5 Mei menabrak Jembatan Muara Tembesi,” ungkapnya.

Saat ini, kapal tagboat TB FBS C86 dan tongkang FBS CMB86 telah dilakukan penahanan. Dari tiga kasus tersebut, pihaknya telah melakukan olah TKP bersama BPTD dan Tim Inafis POLDA Jambi.

Para tersangka dikenakan Pasal 323 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dengan ancaman hukuman minimal satu tahun dan maksimal 10 tahun penjara. (Iz)

Bagikan