Aplikasi Pengganti WhatsApp Makin Populer, Telegram Kejar Posisi Teratas

sekitarjambi.com – Telegram yang merupakan sah satu aplikasi pesan kini mulai merangkak naik, bahkan semakin mendekati popularitas WhatsApp (WA). Pendiri Telegram, Pavel Durov, optimis bahwa aplikasinya akan mencapai satu miliar pengguna aktif bulanan dalam setahun mendatang.

Berbasis di Dubai, Telegram didirikan oleh Durov, seorang warga Rusia yang meninggalkan negaranya pada tahun 2014 setelah menolak untuk menutup komunitas oposisi di platform media sosial miliknya, VK, yang akhirnya ia jual.

“Dalam setahun ke depan, kami mungkin akan melampaui satu miliar pengguna aktif bulanan. Telegram menyebar seperti kebakaran hutan,” ujar Durov dilansir dari Reuters, pada Senin (27/5/2024).

Meskipun beberapa oemerintah berusaha menekan Telegram, aplikasi ini tetap bertekad untuk tetap menjadi platform netral, bukan alat politik. Saingan utama Telegram tetap WhatsApp, yang masih unggul jauh dengan lebih dari dua miliar pengguna aktif bulanan.

Durov sendiri kerap mengkritik WhatsApp, terutama dalam hal keamanan. Dinyatakan bahwa Telegram memiliki pengaruh besar di negara-negara bekas Uni Soviet, dan menempati peringkat tinggi sebagai salah satu platform media sosial utama, berada di antara Facebook, YouTube, WhatsApp, Instagram, TikTok, dan WeChat.

Durov menuturkan bahwa mendapat inspirasi untuk membuat aplikasi pesan terenkripsi saat berada di bawah tekanan di Rusia, kemudian meninggalkan Rusia karena tidak ingin menerima perintah dari pemerintah.

“Saya lebih memilih kebebasan daripada menerima perintah dari siapa pun,” tuturnya.

“Saat ini, banyak perhatian dari badan keamanan AS, termasuk FBI, yang mencoba merekrut pegawainya untuk menemukan backdoor di Telegram.” tambahnya. (AD)

Bagikan