Konflik Timur Tengah, Ekspor 27,6 Ton Pinang Jambi ke Iran Gagal Berangkat

sekitarjambi.com – Rencana ekspor komoditas unggulan Jambi berupa pinang seberat 27,6 ton ke Iran dipastikan gagal berangkat. Kegagalan ini terjadi akibat kendala transportasi laut yang dipicu situasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Informasi yang dihimpun menginformasikan bahwa puluhan ton pinang tersebut sebelumnya telah dikirim dari Jambi dan sempat transit di Singapura. Namun pengiriman lanjutan menuju Iran tidak dapat dilakukan karena tidak adanya kepastian jadwal kapal.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi, Sudiwan Situmorang, menjelaskan bahwa batalnya ekspor bukan disebabkan kualitas barang, melainkan murni karena hambatan pengiriman.
“Masalahnya bukan pada komoditasnya, tapi pada ketersediaan kapal. Saat ini memang terbatas untuk tujuan Iran,” ujarnya.
“Memang ada penundaan keberangkatan dari Singapura. Barangnya sudah dikembalikan ke Jambi, tapi sampai sekarang belum bisa kita keluarkan karena masih dalam proses pengurusan cukai,” lanjutnya.
Diketahui, kargo tersebut sebelumnya berangkat dari Jambi pada 25 Februari 2026 dan tiba di Singapura pada 28 Februari 2026 untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandar Abbas, Iran. Tentu, kondisi saat ini menjadi pukulan bagi eksportir lokal, mengingat Iran merupakan salah satu negara tujuan utama ekspor pinang Jambi. Al hasil, Pemerintah RI dan pelaku usaha kini harus mencari alternatif pasar atau menunggu situasi kembali kondusif agar ekspor dapat dilanjutkan. (Iz)
