Imigrasi dan Balai Kekarantinaan Kesehatan Dukung Penuh Pelayanan Optimal Bagi Jemaah di Asrama EHA Provinsi Jambi

sekitarjambi.com – Pelayanan bagi Jemaah Calon Haji (JCH) di Embarkasi Antara (EHA) Provinsi Jambi mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi, termasuk Kantor Wilayah (KANWIL) Direktorat Jendral (Dirjen) Imigrasi Jambi dan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Jambi. Kedua instansi tersebut kompak dan memainkan peranan penting dalam keberangkatan jemaah Provinsi Jambi menuju Tanah Suci.

Kepala Bidang Dokumen Perjalanan Izin Tinggal dan Status Keimigrasian KANWIL Dirjen Imigrasi Jambi, Defenson, menyampaikan bahwa imigrasi merupakan pintu gerbang negara, sehingga salah satu bentuk pelayanan yang diberikan kepada jemaah adalah pelayanan keimigrasian dalam hal penerbitan paspor. Dalam hal ini, paspor bagi jemaah merupakan bagian penting dari penyelenggaraan haji. Untuk itu, dalam pembuatan dan pembagian paspor jemaah, pihak imigrasi menerapkan pelayanan yang humanis dan sesuai prosedur hukum.
“Untuk kita ketahui bahwa haji ini kan ibadah. Ibadah ini tingkat umur, tingkat pengetahuan (berbeda-beda), jadi kita melayani mereka dengan semaksimal mungkin baik dari segi kemanusiaan, segi hukum, karena imigrasi harus menerapkan. Keluar negeri itu kan harus ada paspor. Paspor ini adalah identitas suatu bangsa, identitas suatu kewarganegaraan,” ujar Defenson.
Defenson mengatakan bahwa dalam kepengurusan paspor jemaah calon haji, saat ini Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi bekerja sama dengan empat kantor Imigrasi, yakni Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jambi, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci, dan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bungo.
“Kami petugas Dirjen Imigrasi Kantor Wilayah Jambi mensupport selalu tugas untuk pelayanan jemaah haji di Provinsi Jambi,” tuturnya.
Defenson juga mengungkapkan bahwa sejak tahun 2015 Provinsi Jambi membentuk Embarkasi Haji Antara, proses pelayanan paspor jemaah berjalan dengan aman.
“Alhamdulillah sejak dari tahun 2015 awal-awal dulu pembentukan Embarkasi Haji Antara ini, Alhamdulillah sampai sekarang aman. Karena Imigrasi sendiri telah melakukan hal-hal yang telah ditetapkan oleh pemerintah terhadap petugas yang ada, baik dari segi layanan, kepastian hukum pada penerima paspor,” ungkapnya.

Sementara itu, Rima Oktavia, S.KM., M.Kes., yang merupakan Koordinator Kesehatan EHA Provinsi Jambi dari Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi, mengatakan bahwa untuk mendukung pelayanan jemaah di Asrama EHA Provinsi Jambi, pihaknya mengerahkan 55 tenaga medis dan fasilitas kesehatan, dalam rangka pemeriksaan kesehatan akhir jemaah, guna melihat dan memverifikasi hasil pemeriksaan kesehatan yang sebelumnya dilakukan oleh pihak puskesmas di masing-masing kabupaten/kota.
Pada pemeriksaan akhir ini, setiap jemaah dilakukan pengecekan suhu tubuh, tekanan darah, saturasi oksigen, dan bagi jemaah perempuan dilakukan tes urine guna mendeteksi kehamilan. Pada pemeriksaan kesehatan akhir ini, setiap jemaah dapat melakukan konsultasi kesehatan guna memastikan kelayakan terbang. Selain itu, pihaknya juga melakukan edukasi pencegahan penyakit menular yang mungkin terjadi selama perjalanan ibadah haji.
“Jadi dalam tugas pokok fungsi kita, yaitu pengawasan terhadap pelaku perjalanan baik di pintu masuk, terutama berada di Bandara Sultan Thaha. Dari hasil pemeriksaan itu kita mengeluarkan (status) laik terbang untuk para jemaah,” terangnya.
Guna membekali selama berada di Tanah Suci, BKK Kelas II Jambi memberikan masing-masing jemaah berupa tas medis yang berisi tissue anti bakteri, botol spray yang dapat diisi air zam-zam ketika berada di Tanah Suci, hand sanitizer, dan oralit guna pencegahan penyakit diare dan dehidrasi. Ia berharap dengan paket tas medis yang diberikan, dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh jemaah guna menjaga kesehatan tubuhnya selama di Tanah Suci.
“Harapan kami kepada para jemaah tetap menjaga kesehatan dalam pelaksanaan ibadah. Dengan harapan jemaah kita berangkat dalam keadaan sehat, pulang pun dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” ungkapnya.
BKK Kelas II Jambi menyatakan komitmennya untuk terus mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025. Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk layanan kesehatan yang optimal dan pengawasan ketat terhadap kesehatan jemaah calon haji asal Provinsi Jambi.
“Kami dari keluarga besar Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Jambi, dengan ini mensupport semua kegiatan EHA Provinsi Jambi. Dengan harapan dengan adanya pelaksanaan ini (pelayanan kesehatan), kita semakin semangat dan tetap sukses terus dalam pelaksanaan tugas EHA Provinsi Jambi,” tuturnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Dr. H. Mahbub Daryanto, M.Pd.I., mengapresiasi pihak Imigrasi dan BKK Kelas II Jambi yang telah sigap secara optimal turut menyukseskan pemberangkatan jemaah calon haji Provinsi Jambi.
“Imigrasi Alhamdulillah dan BKK sangat cepat. Klinik kita juga dibuka 24 jam petugasnya standby, sehingga Alhamdulillah yang menurun kesehatannya langsung cepat ditangani, pastilah mereka punya treatment,” tuturnya.
Mahbub berharap dengan dukungan berbagai pihak lintas sektoral, diharapkan seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan. (Iz)
