DAERAH

Tragis, Dua Bocah Diserang Buaya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat

sekitarjambi.com – Peristiwa tragis terjadi di RT 09 Sri Menanti, Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pada Selasa (4/8/2026) siang. Dua anak laki-laki menjadi korban serangan buaya saat berada di tepi sungai.

Akibat kejadian tersebut, seorang anak bernama M. Dzaki (11), warga RT 09 Sri Menanti, meninggal dunia. Sementara rekannya, Aldi (11), yang merupakan warga desa yang sama, mengalami luka pada kaki kanan dan saat ini telah mendapatkan perawatan medis.

KAPOLRES Tanjung Jabung Barat melalui KAPOLSEK Betara AKP Frans Septiawan Sipayung, S.T.K., S.I.K., mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekira pukul 14.00 WIB terkait dugaan serangan buaya terhadap dua anak.

“Setelah menerima laporan, kami bersama personel piket, Unit RESKRIM POLSEK Betara, serta BHABINKAMTIBMAS Desa Serdang Jaya langsung menuju Puskesmas Sukarejo, tempat kedua korban telah dievakuasi,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi Marhat (31), kedua korban sebelumnya mandi di pinggir sungai sekira pukul 13.00 WIB sebelum berangkat ke sekolah yang dijadwalkan masuk pada pukul 14.00 WIB.

Karena kedua anak tidak kunjung pulang, pihak keluarga bersama warga melakukan pencarian ke lokasi sungai. Saat tiba di lokasi, salah satu korban diketahui telah hanyut dan diduga diterkam buaya. Saksi juga melihat seekor buaya muncul sekitar 20 meter dari lokasi kedua korban mandi.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Sukarejo menuju fasilitas kesehatan. Hasil pemeriksaan medis menyatakan M. Dzaki meninggal dunia, sedangkan Aldi mengalami luka pada kaki kanan akibat serangan buaya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar aliran sungai di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan buaya, terutama saat beraktivitas di tepian sungai. Polisi mengimbau warga agar menghindari mandi maupun bermain di lokasi yang diketahui menjadi habitat satwa liar tersebut. (Iz)