DAERAH

Baru Sehari Dicor Sudah Retak, Proyek Jalan Rigid Beton Ratusan Juta Rupiah di Kabupaten Tebo Disorot

sekitarjambi.com – Pembangunan jalan poros rigid beton di Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, menuai protes keras dari masyarakat setempat. Proyek infrastruktur yang menelan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 953 juta tersebut ditemukan retak-retak hanya berselang sehari setelah proses pengecoran selesai dilakukan.

Warga setempat menilai kualifikasi mutu material dan pengerjaan oleh pihak penyedia jasa terkesan asal-asalan. Kondisi fisik beton yang sudah mengalami retak rambut dan retak tembus memicu kekhawatiran masyarakat akan daya tahan jalan tersebut saat dilintasi kendaraan bermotor.

Tokoh Masyarakat Desa Tuo Ilir, Ibrahim, menyampaikan kekecewaannya terkait kondisi pengerjaan fisik proyek tersebut.

“Pengecoran baru dilakukan kemarin, tapi hari ini permukaannya sudah retak-retak di banyak titik. Kami khawatir kualitas beton ini tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan cepat rusak saat digunakan nanti,” ujar Ibrahim.

Pihak kontraktor pelaksana akhirnya mengakui adanya kekurangan teknis selama proses pengerjaan di lapangan. Pihak pelaksana berjanji akan bertanggung jawab dan segera melakukan perbaikan pada segmen jalan yang mengalami kerusakan. Kontraktor Pelaksana dari CV Karya Tebo Mandiri, Herman, memberikan penjelasan mengenai temuan kendala teknis tersebut.

“Kami mengakui ada kesalahan dalam proses pengerjaan di lapangan dan kami siap bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ujar Herman yang merupakan Kontraktor Pelaksana CV Karya Tebo Mandiri.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tebo menyatakan akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan mutu konstruksi. Pihak dinas menegaskan bahwa pencairan dana proyek tidak akan dilakukan sebelum pihak kontraktor menyelesaikan perbaikan sesuai spesifikasi teknis yang berlaku. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tebo, Hendri Nora, memberikan penegasan terkait komitmen pengawasan proyek tersebut.

“Kami akan mengecek langsung ke lapangan dan meminta kontraktor segera membongkar serta memperbaiki segmen yang rusak. Pembayaran tidak akan diproses sampai seluruh pengerjaan memenuhi standar mutu yang ditentukan,” tegas Hendri Nora yang merupakan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tebo. (K)