JAMBINEWS

Musim Kemarau, PERUMDA Tirta Mayang Kurangi Produksi Air Bersih

sekitarjambi.com – Sebanyak 5.350 pelanggan PERUMDA Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi terdampak pengurangan layanan air bersih akibat tingginya tingkat kekeruhan air Sungai Batanghari selama musim kemarau. Direktur Utama PERUMDA Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, mengatakan bahwa tingkat kekeruhan air baku Sungai Batanghari saat ini mencapai sekitar 1.500 NTU. Angka tersebut jauh di atas kemampuan optimal instalasi pengolahan air yang hanya mampu mengolah air dengan tingkat kekeruhan sekitar 250 hingga 300 NTU.

“Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami. Kalau dipaksakan diproduksi, kualitas air tidak akan memenuhi standar. Secara teknis, airnya belum matang,” ujar Arianto dalam jumpa pers pada Selasa (4/8/2026).

Menurut Arianto, untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan tetap memenuhi standar, PERUMDA Tirta Mayang terpaksa mengurangi kapasitas produksi rata-rata sebesar 10 persen, bahkan dalam kondisi tertentu dapat mencapai maksimal 20 persen dari produksi normal. Dampaknya, jam pelayanan air bersih di sejumlah wilayah mengalami pengurangan. Jika sebelumnya air mengalir selama enam hingga delapan jam, kini durasi distribusi menjadi lebih singkat.

Sedikitnya 5.350 sambungan rumah (SR) terdampak, yang tersebar di Kecamatan Paal Merah, Kota Baru, Jelutung, Alam Barajo, Danau Sipin, dan Kecamatan Telanaipura.

Sebagai langkah penanganan, PERUMDA Tirta Mayang telah mengaktifkan Tim Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan untuk mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis kepada pelanggan yang mengalami gangguan pasokan. Dalam satu hari, tim mampu melakukan antara 18 hingga 30 kali pengiriman air bersih ke wilayah yang membutuhkan.

Selain itu, perusahaan juga melakukan berbagai upaya antisipasi menghadapi puncak musim kemarau, seperti menyiapkan pompa fleksibel serta memasang pipa tambahan pada intake agar pengambilan air baku dari Sungai Batanghari tetap berjalan optimal meskipun debit air terus menurun.

Arianto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menambah penggunaan bahan kimia secara berlebihan hanya untuk meningkatkan produksi air. Menurutnya, penggunaan bahan kimia tetap mengacu pada standar operasional demi menjaga kualitas air yang aman dikonsumsi masyarakat.

“Kami tidak bisa memaksakan penambahan bahan kimia. Yang kami utamakan adalah kualitas air tetap sesuai standar, meski konsekuensinya kapasitas produksi harus dikurangi,” tegasnya.

PERUMDA Tirta Mayang mengimbau pelanggan yang mengalami gangguan distribusi air bersih untuk segera melaporkannya melalui kanal pengaduan resmi. Dengan demikian, distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dapat segera dilakukan selama kondisi musim kemarau masih berlangsung. (Iz)