UMKM Mengeluh, Tarif Sewa Stand MTQ ke-54 Provinsi Jambi Dinilai Tak Masuk Akal

sekitarjambi.com – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-54 tingkat Provinsi Jambi yang tahun ini diselenggarakan di Kabupaten Muaro Jambi, semestinya menjadi ajang syiar Islam sekaligus penggerak ekonomi masyarakat lokal. Namun ini justru menimbulkan kekecewaan di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Para pedagang menilai tarif sewa lapak yang ditetapkan oleh pihak panitia dan event organizer (EO) terlalu tinggi, hingga memberatkan pelaku usaha kecil di Kabupaten Muaro Jambi sebagai tuan rumah penyelenggara. Seorang pelaku UMKM, Romlah, menilai bahwa harga sewa lapak yang tinggi membuat banyak pedagang kecil urung berpartisipasi.
“Dengan nominal sewa tenda atau stand yang dipersiapkan oleh panitia, kami tidak mampu untuk menyewanya,” ujar Romlah.
Ia mengeluhkan bahwa biaya sewa tenda yang disediakan oleh panitia mencapai jutaan rupiah per unit.
Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Usman Halik, angkat bicara soal keluhan pedagang. Yang mana harga sewa stand atau lapak di acara MTQ ke-54 tingkat Provinsi Jambi dipatok kepada para pedagang sebesar Rp 3 hingga Rp 5 juta, dimana harga tersebut dinilai tidaklah wajar.
“Itu tidak wajar. Karena acara itu tidak lama. Kalau kita anggap Rp 4 juta, acara sampai 5 hari, berarti para pedagang harus mencari Rp 600 ribu dalam satu hari,” ujarnya pada Sabtu (15/11/2025).
Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Muaro Jambi sangat berbeda dengan Kota Jambi ataupun kota besar lainnya. Jika harga tersebut di Kota Jambi bisa saja dipatok. Namun di Kabupaten Muaro Jambi, dengan jarak yang cukup jauh, tidak bisa terjangkau dengan harga tersebut.
“Karena acara ini tidak tiap hari bakal ramai. Sangat berbeda dengan Kota Jambi dan kota besar lainnya,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa dengan adanya perihal tersebut bisa merusak citra nama Kabupaten Muaro Jambi. Bahkan, ia sebagai anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi sangat menginginkan acara MTQ sukses dan meriah.
“Jangan sampai ajang MTQ ini dijadikan sebagian orang mencari keuntungan pribadi,” ujarnya.
Ia menilai apabila panitia menggunakan tenda seperti tenda pengantin tersebut, tentunya harga sewa akan lebih murah.
“Tenda seperti pengantin itu paling harga 1 tenda bisa sampai Rp 300 ribu sampai waktu satu minggu. Kita meminta kepada panitia untuk mengevaluasi harga sewa stand ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas KOPERIY Kabupaten Muaro Jambi, Samsul, mengatakan bahwa pengadaan dan pengelolaan tenda dilakukan oleh pihak EO. Alasannya, karena keterbatasan anggaran dinas.
“Kita sudah mempersiapkan tenda sarnavil dan tenda kerucut untuk kabupaten atau kota melalui dana APBD. Namun karena anggaran tidak cukup, akhirnya pihak EO yang menyediakannya,” ujar Samsul.
“Tenda untuk umum dan pelaku usaha sifatnya komersial dan berbayar. Kami tidak ikut campur karena sistemnya langsung antara pedagang dengan pihak EO,” sambungnya.
Menurutnya, ada sekitar 14 unit tenda komersial yang disiapkan untuk pelaku UMKM di area MTQ. Ia juga menyebutkan bahwa adanya potongan harga bagi pedagang lokal dari Kabupaten Muaro Jambi.
“Untuk pedagang lokal Muaro Jambi harga sewanya Rp 3 juta rupiah,” ungkapnya.
Perlu diketahui bahwa saat ini prosesi acara MTQ tengah berlangsung. Kedatangan para kafilah yang berlangsung sejak Kamis, 13 November 2025, disambut hangat oleh jajaran Kantor Kementerian Agama serta Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Sesuai jadwal, MTQ ke-54 tingkat Provinsi Jambi dilaksanakan pada 15-22 November 2025 mendatang. (Iz)
