KABAR HAJI

Jemaah Calhaj Provinsi Jambi Diimbau Terapkan Pola Hidup Sehat dan Jaga Kebersihan

sekitarjambi.com – Menjadi haji mabrur merupakan impian bagi setiap jemaah. Hal ini tidak terlepas dari salah satu yang harus dilakukan yakni menjaga kondisi tubuh tetap prima, agar setiap aktivitas selama beribadah di Tanah Suci berjalan lancar. Untuk itu, para jemaah diimbau senantiasa menjaga stamina dan disiplin menerapkan pola hidup sehat.

Beribadah haji yang menitikberatkan pada kekuatan fisik, tidak hanya terkendala akibat kepadatan aktivitas dan jumlah orang, namun kerap dihadapkan dengan perubahan cuaca yang dirasa sangat berbeda signifikan. Cuaca panas ekstrem di Tanah Suci kerap menjadi tantangan bagi kesehatan jemaah, khususnya bagi jemaah terkategori Lanjut Usia (LANSIA) dan mereka yang memiliki riwayat penyakit bawaan.

Di setiap proses pemberangkatan di Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Jambi, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melalui Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi senantiasa mengimbau para jemaah agar memperbanyak mengonsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi, menjaga pola makan, serta mengatur waktu istirahat yang cukup. Selain itu, penggunaan alat pelindung seperti masker juga dianjurkan, terutama saat berada di keramaian guna meminimalisir risiko penularan penyakit infeksi saluran pernapasan.

“Di saat beribadah di luar. Contoh, menggunakan penutup kepala, bisa itu berupa topi, payung lalu menggunakan kacamata yang hitam. Atau Bapak/Ibu yang mungkin punya sarung tangan boleh dipakai. Jika Bapak/Ibu melakukan aktivitas beribadah di luar, minum secara rutin, jangan tunggu haus. Lakukan kegiatan itu (minum) rutin selama 30 menit, tidak perlu banyak, tetapi rutin. Lalu jaga kesehatan Bapak/Ibu dengan istirahat yang teratur,” ujar salah seorang Petugas BKK Kelas II Jambi, Jefry Yuliadi, saat memberikan penjelasan pada proses one stop service di Aula Asrama EHA Provinsi Jambi.

Diungkapkan oleh Plt. Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Jambi, dr. Dewi Juli Arta, bahwa seluruh jemaah calon haji (JCH) Provinsi Jambi telah berstatus istitaah. Meski demikian terdapat peluang jemaah untuk tidak laik terbang atau ditunda keberangkatannya, baik ke Tanah Suci maupun dari Tanah Suci. Dalam hal ini, kondisi tersebut didominasi oleh jemaah yang memiliki penyakit kronis. Untuk menghindari tidak laik terbang, para jemaah diimbau berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk memastikan kondisi penyakit terkontrol.

“Saya sarankan kepada Bapak/Ibu calon jemaah haji yang punya penyakit kronis benar-benar dipersiapkan. Jadi sebelum berangkat, sebelum datang ke asrama haji, pastikan dulu konsultasi dengan dokter spesialis, untuk memastikan kondisi Bapak/Ibu yang punya penyakit kronis seperti darah tinggi, penyakit jantung, kencing manis itu dalam kondisi terkontrol. Supaya begitu pemeriksaan, semua kondisi umumnya itu stabil. Contoh tensi bisa di bawah 180/100, kemudian juga saturasi bisa di atas 95 persen,” ujarnya.

Selama beribadah di Tanah Suci, para jemaah diimbau untuk waspada penyakit menular, diantaranya yakni Tuberkulosis (TBC). Untuk meminimalisir penularan penyakit, para jemaah diimbau memakai masker dan rutin mencuci tangan setelah beraktivitas. Para jemaah yang memiliki riwayat penyakit kronis, diminta untuk menyiapan obat-obat dalam jumlah yang cukup selama beribadah di Tanah Suci.

“Jadi salah satunya masker dan juga cuci tangan. Jemaah haji yang punya penyakit-penyakit kronis, obat-obat itu harus dipersiapkan. Jangan lupa sebelum kita bawa obat, konsultasi dengan dokter ahlinya. Terus obat-obat yang diresepkan kita bawa sejumlah hari kita melakukan ibadah,” imbaunya.

Selain itu, para jemaah juga diimbau untuk beristirahat yang cukup dan tidak memaksakan diri dengan beraktivitas fisik yang melewati batas kemampuan. Selain itu, para jemaah diimbau untuk menghindari makanan dengan bumbu berlebih, dan mengutamakan memperbanyak mengonsumsi air putih, sayur, dan buah.

“Kemudian selama disana (Tanah Suci) juga cukup istirahat. Jadi apalagi yang punya penyakit kronis, jangan memaksakan diri untuk melakukan ibadah atau aktivitas fisik yang berat. Makan makanan bergizi yang sudah disediakan oleh panitia. Hindari juga makanan yang mungkin terlalu berbumbu, terlalu pedas. Kemudian banyak minum air putih, banyak makan sayur buah, gunakan masker,” ujarnya.

“Gunakan masker dan jangan lupa sering cuci tangan, apalagi sesudah beraktivitas.” tutupnya.

PPIH Provinsi Jambi senantiasa mengingatkan agar para jemaah mewaspadai penyakit menular, terlebih saat ini telah beredar varian virus terbaru yakni Hantavirus. Dalam hal ini, para jemaah diimbau untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Kondisi fisik prima dinilai menjadi salah satu kunci utama agar jemaah mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, M.Fil.I., menjelaskan bahwa setiap jemaah telah menjalani tiga jenis vaksinasi utama. Langkah ini merupakan bentuk antisipasi medis agar para jemaah memiliki daya tahan tubuh selama menjalankan rangkaian ibadah dan terhindar dari virus dan penyakit menular.

“Kita itu kan dilakukan tiga vaksin. Pertama vaksin Polio, vaksin Meningitis, dan kemudian vaksin virus seperti yang kemarin terjadi (Covid). Tiga vaksin ini untuk membangun kekebalan tubuh dalam diri jemaah,” ungkapnya.

“Mengimbau kepada jemaah kita untuk kembali membudayakan menggunakan masker selama mereka berada di Mekkah dan di Madinah atau selama mereka menjalankan ibadah haji,” lanjutnya.

Berbagai langkah preventif diharap dapat meminimalisir risiko penularan penyakit dan memastikan jemaah dapat beribadah haji dengan lancar serta kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat. Dengan menjaga kesehatan dan mematuhi arahan petugas, seluruh jemaah diharap dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan memperoleh predikat haji yang mabrur. (Iz)