Masyarakat Jambi Antusias Ikuti Webinar Literasi Digital “Cerdas Bermedsos Generasi Milenial”

sekitarjambi.com – Rabu (9/6), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menggelar Webinar Literasi Digital, dengan tema “Cerdas Bermedsos Generasi Milenial”. Gerakan ini dibuka langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Gelaran virtual ini digelar pada pukul 09.00 – 12.00 WIB, menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, mengulas persoalan literasi digital. Sebagai narasumber yakni Wiki Syafril A.Md. selaku Chief of Tourism Indonesia Creative Community, Tengku Adri Muslim selaku Praktisi Komunikasi Digital, Herri Novealdi, S.H., M.H. selaku Dosen UIN & Trainer Cek Fakta/Hoaz Busting and Digital Hygiene, dan Ade Novia Maulana, M.Sc. selaku Dosen UIN STS Jambi & Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bertindak sebagai key opinion leader yakni @aaquina yang berprofesi sebagai MC & Work on Penyiar Global Radio 101 FM Palembang, dengan moderator Rr Vemmi Kesuma Dewi.

Pada penyampaiannya, selaku key opinion leader, @aaquina menyatakan sejak tahun 2014 sudah aktif bermedia sosial, mulai dari aplikasi Instagram, YouTube, dan juga tiktok. Dirinya tertarik dengan speech competition dan memulai mengikuti sejumlah perlombaan sejak di bangku sekolah.

“Saat kuliah saya sempat masuk ke televisi, kemudian beralih ke radio yaitu global radio. Sudah kurang lebih satu tahun menjadi penyiar di global radio, dan aktif memberikan informasi dan tips-tips tentang keradioan. Media sosial adalah tempat yang pas untuk memulai membagikan informasi-informasi yang bermanfaat,” ujarnya.

Sebagai narasumber, Wiki Syafril mengulas “Tips Menggunakan Aplikasi Media Sosial”. Dikatakan bahwa media sosial adalah wajah kita, setiap yang diposting merupakan apa yang dilihat oleh orang lain. Pada kesempatan ini Wiki Syafril memaparkan, Facebook yaitu aplikasi pertemanan dan membangun jaringan, Instgaram yaitu aplikasi berbagi foto, tiktok yaitu aplikasi berbagi video singkat, YouTube yaitu aplikasi berbagi video, sedangkan twitter yaitu aplikasi berbagi informasi.

Sebagai narasumber kedua, Tengku Adri Muslim mengulas tema “Bermedsos Sehat dan Aman”. Disampaikan bahwa berbahaya jika tidak memiliki ilmu dalam bermedia sosial, karena media sosial sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Menggunakan perangkat keras dan aplikasi digital, dengan mengetahui fitur dan cara setting, maka aka naman digunakan.

“Pada dasarnya media sosial dibuat mempunyai tujuan. Masing-masing platform memiliki karakteristik, namun platform tersebut tidak dapat membendung dampak yang terjadi. Ketika tidak ada yang mengedukasi, media sosial berpotensi merusak masa depan. Keamanan perangkat keras dan aplikasi digital harus dilakukan dengan mengoptimalkan fitur yang tersedia, jangan gunakan software bajakan, dan jangan sembarang download aplikasi. Konten media sosial adalah investasi di masa depan,” ugkapnya.

Selanjutnya sebagai narasumber ketiga, Herri Novealdi mengulas “Dampak Hoaks dan Kiat Menagkal Mis-Disinformasi”. Dijelaskan bahwa misinformasi yaitu informasi yang salah, namun orang yang membagikannya percaya itu benar. Sedangkan disinformasi yaitu informasi yang salah dan orang yang membagikannya tahu ini salah dan ini disengaja.

“Tujuh macam mis-disinformasi yaitu satire, konten menyesatkan, konten aspal, konten pabrikasi, nggak nyambung, konten salah, dan konten manipulatif. Tujuh alasan di balik disinformasi yaitu jurnalisme yang lemah, buat lucu-lucuan, sengaja membuat provokasi, partisipanship, cari duit (clickbait – iklan), gerakan politik, dan propaganda,” terangnya.

Sementara sebagai narasumber keempat, Ade Novia Maulana mengulas “Media Sosial dalam Demokrasi di Indonesia”. Diutarakan bahwa internet mengubah dunia, mengubah perilaku, dan kebiasaan. Media sosial sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia, mayoritas pengguna sosial hanya berkumpul dengan lingkupnya saja, sehingga sulit menerima perbedaan yang betul perbedaan ilmiah.

Pada Webinar Literasi Digital “Cerdas Bermedsos Generasi Milenial” ini, 150 peserta yang bergabung dari berbagai daerah di Indonesia, tidak dipungut biaya oleh penyelenggara. Selain itu, para peserta yang mengikuti webinar ini mendapatkan e-sertifikat dari Kementerian Kominfo RI, serta doorprize voucher e-money untuk 10 peserta yang beruntung. (Tim)

Bagikan
error: