SKK Migas – Medco E&P Perkuat Sinergi APH, Fokus Pengamanan & Pencapaian Target Produksi Nasional

sekitarjambi.com – Lubuk Linggau, 23 April 2026 – Upaya menjaga keamanan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektoral. SKK Migas – Medco E&P menggelar Forum Komunikasi Aparat Penegak Hukum (APH) bertema “Sinergi APH: Hulu Migas Aman, Produksi Migas Tercapai” bertempat di Grand Zuri Hotel Lubuk Linggau pada Kamis (23/4/2026).

Forum yang membahas berbagai persoalan di lapangan, terutama terkait gangguan keamanan terhadap Objek Vital Nasional (OBVITNAS) ini dihadiri oleh Penasihat Ahli Kepala SKK Migas Mayor Jenderal TNI Husein Sagaf, S.H., Kasi Intel Kasrem 044/Garuda Dempo Kolonel Kav. Harto Wibowo, S.E., M.Tr.(Han)., Kabagbinopsnal Ditpamobvit Polda Sumatera Selatan AKBP Muda Parlaungan Nasution, S.H., M.H., Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Musi Rawas Erwan Mardiansyah T., S.H., M.H. beserta jajaran, jajaran Kodim Lubuk Linggau, Musi Banyuasin, dan Muara Enim, jajaran Polres Musi Banyuasin, Pali dan Musi Rawas, jajaran Kejaksaan Pali, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel Bambang Dwi Djanuarto beserta jajaran, Spesialis Madya Bidang Dukungan Bisnis SKK Migas Haryanto Syafri, Analis Departemen Sekuriti Wilayah I SKK Migas Syaiful Hidayat, dan Manager Security South Sumatera Region Sudaryanto beserta jajaran serta perwakilan KKKS Sumbagsel.

Dalam laporannya mewakili Medco E&P, Manager Security Medco E&P Indonesia, Sudaryanto, menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi di bidang keamanan.
“Kegiatan ini digelar dalam upaya meningkatkan koordinasi, kolaborasi, komunikasi dan juga sinergi di bidang keamanan antara SKK Migas, KKKS, dan juga stakeholder khususnya di wilayah kerja Medco E&P di wilayah Sumbagsel.” ujar Sudaryanto.
Ia juga menambahkan bahwa dengan mengusung tema “Sinergi APH: Hulu Migas Aman, Produksi Migas”, diharap kegiatan hulu migas ke depan tetap aman dan kondusif, sehingga produktivitas dapat terus terjaga dan target produksi tercapai secara maksimal.
“Wadah komunikasi ini diharapkan dapat tercipta sinergi yang terbaik, yang bisa mendukung kelancaran operasional hulu migas, dan juga dapat mendukung pemerintah dalam upaya untuk meningkatkan produksi migas,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, menyampaikan bahwa SKK Migas menargetkan capaian jangka panjang berupa produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas pada tahun 2030. Target ambisius ini membutuhkan dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari percepatan perizinan, pengadaan lahan, hingga penyelesaian berbagai tantangan teknis dan non teknis. Dalam hal ini, peran aparat penegak hukum dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan, serta membantu menangani potensi gangguan yang dapat menghambat operasional hulu migas.
“Kami berharap forum ini dapat membangun komunikasi antar kita semua dengan lebih baik lagi dan menciptakan kondisi yang aman sesuai target yang telah ditetapkan bersama, tentunya target produksi minyak dan gas bumi di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Penasihat Ahli Kepala SKK Migas, Mayor Jendral TNI Husein Sagaf, S.H., menyampaikan arahan serta membuka acara Forum Komunikasi Aparat Penegak Hukum “Sinergi APH: Hulu Migas Aman, Produksi Migas Tercapai” secara resmi. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa sinergi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan operasi migas nasional. Selain itu, ia juga menekankan bahwa forum ini tidak sekadar kegiatan seremonial, dimana moment ini sebagai ruang strategis untuk membahas isu-isu krusial yang berdampak langsung pada ketahanan energi nasional.
“Ini adalah forum strategis, bukan forum administrasi. Topik yang dibahas dari krisis Selat Hormuz, sumur masyarakat, hingga PKS TNI-POLRI adalah topik-topik yang berkaitan langsung dengan keberhasilan Indonesia mencapai kedaulatan energinya. Setiap peserta forum membawa pulang tidak hanya pemahaman yang lebih baik, tetapi tanggung jawab yang lebih jelas tentang apa yang perlu dikerjakan dalam tiga bulan ke depan. Karena akan kita pantau dari SKK Migas,” tegasnya.

Kegiatan diisi dengan beberapa narasumber yang diawali dengan penyampaian materi “Pengamanan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas” oleh Analis Departemen Sekuriti Wilayah I SKK Migas, Syaiful Hidayat. Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan serta pola pengamanan yang adaptif terhadap dinamika di lapangan.

Dilanjutkan dengan pemaparan yang disampaikan oleh Koordinator Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel Febryan dengan materi “Pengelolaan Hulu Migas dan Sinergitas dengan POLRI, TNI, & Kejaksaan”. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara operator migas dan aparat penegak hukum. Menurutnya, keberhasilan produksi migas tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga stabilitas keamanan di wilayah operasi.


Dari sisi sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Medco E&P Indonesia dan Medco E&P Grissik Ltd. turut menyampaikan kondisi pengamanan di wilayah kerja, termasuk tantangan yang dihadapi di area Sumbagsel. Hal ini disampaikan oleh Lead Security SSB West & Lematang Medco E&P Indonesia Dedy Nurrahman dan Superintendent Security Corridor Medco E&P Grissik Ltd. Anton Subarkat.

Setelah pemaparan oleh para narasumber tersebut dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Selain itu, Forum Komunikasi ini turut menghadirkan narasumber dari aparat penegak hukum, yakni:
– Materi “Pendekatan Preemtif Pengamanan Jalur Pipa Dan Fasilitas Migas” oleh KASI INTEL KASREM 044/GAPO DAM II/SWJ, Kolonel Kav. Harto Wibowo, S.E., M.Tr.(Han).
– Materi “Strategi dan pola pengamanan Berdasarkan PKS SKK Migas – POLDA Sumatera Selatan” oleh KABAGBINOPSAL DITPAMOVIT POLDA Sumatera Selatan, AKBP Muda Parlaungan Nasution, S,H., M.H.
– Materi “Prosedur Pelaporan dan Kelengkapan P21 dalam Penanganan Kasus Gangguan Keamanan pada Operasional Hulu Migas” oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Musi Rawas, Erwan Mardiansyah T., S.H., M.H.

Forum Komunikasi Aparat Penegak Hukum (APH) ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, kolaborasi, komunikasi, dan sinergi di bidang kesekuritian antara SKK Migas – Kontraktor Kontrak Kerja Sama dan stakeholder security, khususnya di wilayah Sumatera Selatan. Melalui Forum Komunikasi Aparat Penegak Hukum (APH) ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi dan langkah strategis antara SKK Migas, KKKS, dan aparat penegak hukum, sehingga keamanan sektor hulu migas tetap terjaga dan target produksi nasional dapat tercapai secara optimal. (Iz)
