Lakukan Operasi, Korban Bacok Geng Motor Rogoh Kocek 20 Juta Rupiah

sekitarjambi.com – Kota Jambi, Aktivitas malam hari di Kota Jambi, kini seakan dihantui dengan teror geng motor. Beberapa bulan terakhir, kasus geng motor mencuat. Pelaku tidak segan melukai siapa saja, sehingga memakan korban, yang bahkan berujung maut.

Berkesempatan eksklusif menemui salah seorang korban keganasan geng motor di Kota Jambi, ia adalah Fernandus, warga Beliung Kota Jambi. Ia menceritakan pasca pembacokan, rasa sakit dan beban biaya operasi yang menjadi tanggungan keluarga.

Fernandus adalah korban pembacokan geng motor, di kawasan Bajuri, Jambi Selatan, Kota Jambi. Pada 13 Oktober 2020 malam, saat itu ia hendak pulang ke rumah dengan dua orang temannya, tiba-tiba orang tidak dikenal menyerang dirinya. Al hasil dirinya mengalami luka-luka di bagian kedua lengan tangan, telinga, dahi, dan dua bacokan di bagian punggung.

Doni, saudara kandung korban menceritakan bagaimana perjuangan keluarganya menutupi beban biaya operasi adiknya tersebut. Ia harus meminjam uang ke kerabatnya, dan tempat kantornya bekerja. Adapun biaya operasi yang harus ia tanggung berkisar 20 juta rupiah. Ia menceritakan saat itu beberapa kali pindah rumah sakit, mulai dari rumah sakit siloam, hingga ke rumah Sakit Bhayangkara, yang menurutnya dapat terjangkau dalam segi pembiayaan.

Doni menyayangkan biaya operasi tidak ditanggung oleh BPJS dan Jasaraharja. Dari pengalamannya tersebut, BPJS hanya menanggung penyakit dalam saja, sedangkan Jasaraharja menanggung beban kecelakaan. Sementara peristiwa tersebut murni kriminalitas, sedangkan Jasaraharja hanya menangani korban laka lantas.

“Sekarang tiga bulan pasca kejadian, masih ada beban pinjaman yang harus ditutupi oleh pihak keluarga. Kami sangat mengecam dan mengutuk terhadap aksi geng motor di Kota Jambi. Kami berharap pihak kepolisian dapat menindak para komplotan geng motor yang sudah sangat meresahkan masyarakat, sehingga tidak ada lagi korban-korban berikutnya.” ungkapnya. (Dm)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

error: