BKK Kelas II Jambi Imbau Jemaah Haji Terapkan Pola Hidup Sehat Selama Masa Pemantauan Kesehatan

sekitarjambi.com – Kepulangan jemaah KLOTER BTH 25 menandai berakhirnya seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji Provinsi Jambi pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Setelah menempuh perjalanan panjang dan menjalani berbagai rangkaian ibadah di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi, para jemaah berhasil kembali ke Tanah Air dalam kondisi penuh rasa syukur.

Salah seorang jemaah KLOTER BTH 25 asal Kabupaten Bungo, H. Muhammad Fakhruddin, mengatakan bahwa kondisi fisik yang prima menjadi modal utama agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar. Menurutnya, kebiasaan berjalan kaki setiap pagi menjadi cara sederhana namun efektif untuk mempertahankan kebugaran tubuh selama berada di Tanah Suci.
“Alhamdulillah untuk kondisi kesehatan sendiri, saya terbiasa kalau setiap pagi, maupun di Mekkah atau Madinah, itu jalan pagi. Minimal 1 kilometer ataupun 2 kilometer untuk melatih kebugaran tubuh. Jadi walaupun kita flu atau batuk, dengan terbiasanya setiap hari kita jalan kaki atau jalan-jalan untuk melatih kebugaran tubuh, jadi penyakit itu bisa dilawan dengan imun (yang baik),” ungkapnya.
Kesempatan menunaikan ibadah haji di usia muda menjadi anugerah yang tak ingin disia-siakan. Baginya di usia yang saat ini menginjak 24 tahun, menjaga kebugaran bukan sekadar untuk tetap sehat, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT. Ia mengaku tidak pernah menyangka dapat berangkat haji tahun ini, terlebih menggantikan orangtuanya yang telah wafat dan memenuhi kuota tambahan.
“Alhamdulillah untuk berangkat tahun ini, tidak bisa terlalu banyak saya ceritakan. Saya juga enggak terlalu berekspektasi tahun ini berangkat. Kalau lihat dari estimasi menunggu itu tahun 2027. Jadi tahun ini bisa dibilang tahun untuk kuota tambahan,” tuturnya.

Jemaah lainnya yang juga tergabung dalam KLOTER BTH 25 asal Kabupaten Bungo, H. Muhammad Abdun Naja, turut mengungkapkan menjaga kesehatan selama menunaikan ibadah haji membutuhkan kedisiplinan. Mulai dari melindungi diri dari cuaca dan debu, menjaga pola makan, hingga memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.
“Karena di Tanah Suci itu berdebu, kita wajib memakai masker. Yang kedua, makan jangan sampai terlewatkan karena kita memang sudah dijadwalkan tiga kali sehari. Terus selanjutnya selalu berpikir positif. Itu yang paling penting karena disana (Tanah Suci) banyak orang, luar biasa, sangat sibuk. Terus selanjutnya minum air sama oralit. Itu wajib sekali, satu hari satu oralit itu minimal,” ungkapnya.
Ia bersyukur upayanya menjaga kebugaran tubuh selama berhaji membuahkan hasil. Seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik, sehingga ia bisa menikmati setiap momen spiritual, termasuk merasakan kebersamaan dengan umat Islam dari berbagai penjuru dunia di Tanah Suci.
“Bersyukur dengan perbedaan, bahwa Islam itu sangat besar, Islam itu sangat indah. Disana (Tanah Suci) kita bareng-bareng beribadah, kita bareng selama 40 hari. Nah, itu yang sangat berkesan, kita bareng-bareng beribadah,” ujarnya.
Meski telah kembali ke kampung halaman atau daerahnya masing-masing, perhatian terhadap kondisi kesehatan para jemaah tetap menjadi prioritas. Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi mengimbau seluruh jemaah agar tetap menerapkan pola hidup sehat selama masa pemantauan kesehatan setelah kepulangan di Tanah Air.

Plt. Kepala BKK Kelas II Jambi, dr. Dewi Juli Arta, menjelaskan bahwa perubahan cuaca, kelelahan perjalanan, hingga interaksi dengan jutaan jemaah dari berbagai negara membuat risiko munculnya gangguan kesehatan maupun penyakit menular. Atas hal tersebut, kondisi kesehatan tubuh perlu diwaspadai.
“Karena Bapak/Ibu (jemaah haji) ini baru kembali dari perjalanan yang panjang dan melelahkan, yang memakan waktu, menguras tenaga, pikiran, jadi Bapak/Ibu semua tetap memprioritaskan untuk istirahat. Tetap prioritaskan cukup juga untuk makan, minum, terutama makanan-makanan yang bergizi. Dan menyesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing,” tutur dr. Dewi Juli Arta.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyakit menular pasca kepulangan dari Tanah Suci, BKK Kelas II Jambi mengimbau seluruh jemaah untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan dalam masa pemantauan. Petugas kesehatan akan melakukan pemantauan hingga 21 hari guna memastikan tidak terdapat indikasi penyakit menular.
“Dan seperti kita ketahui kalau perjalanan dari luar negeri Bapak/Ibu itu tetap harus memperhatikan. Karena seperti kita ketahui, banyak berkumpul jemaah haji di Arab Saudi, kemungkinan untuk penyakit menular seperti Covid, MERS, ataupun penyakit-penyakit menular lainnya tetap ada kemungkinan. Jadi selama 2 minggu ke depan Bapak/Ibu tetap memperhatikan kesehatannya. Apabila ada demam, batuk, flu, hubungi Puskesmas terdekat supaya bisa diterapi dan juga dipantau kesehatannya,” imbau dr. Dewi Juli Arta. (Iz)
