Suka Cita Jemaah Calon Haji Provinsi Jambi Menuju Baitullah

sekitarjambi.com – Suasana suka cita menyelimuti keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) Provinsi Jambi pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Langkah penuh antusias mengiringi keberangkatan para jemaah dari Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Jambi, menuju Embarkasi Haji Batam hingga menapaki Tanah Suci.
Jelang keberangkatan, para jemaah Kelompok Terbang (KLOTER) BTH 19 terpantau antre untuk memasuki Aula Arafah Asrama EHA Provinsi Jambi. Di dalam proses tersebut, sejumlah jemaah berbagi cerita mengenai suka, cita, dan perjuangan menuju Baitullah.

Jemaah KLOTER BTH 19 atas nama Syaihu Jured menuturkan bahwa keberangkatan dirinya ke Tanah Suci bersama sang istri. Telah mengantre belasan tahun sejak 2012, ia bersama sang istri berharap dapat sukses beribadah, dengan diberi kesehatan selama melaksanakan rukun haji.
“Tentunya kita menunggu cukup lama, hingga sampai bisa berangkat 2026. Tentunya berbagai macam cara, usaha kita lakukan, terutama dalam hal mendapatkan porsi dulu. Alhamdulillah bisa nyetor haji, dapat porsi. Sehingga memang kita mengharapkan betul tahun ini bisa menjalankan ibadah haji dengan baik dan sukses ibadahnya,” ujarnya.
Sebagai petani padi dan kelapa sawit, Syaihu Jured yang merupakan jemaah asal Kabupaten Merangin ini menuturkan bahwa doa-doa yang akan dipanjatkan di Tanah Suci diantaranya yakni diberi kekuatan iman, pengampunan dosa, dan perolehan rezeki dari Allah SWT.
“Tentunya harapan kita semoga haji kami bisa mabrur dan mabrurah. Tentunya setelah sampai di Tanah Suci, baik itu di Ka’bah ataupun di Arafah saat wukuf tentunya kita berdoa kepada Allah SWT, diberi kekuatan iman, diampuni dosa kita, dimurahkan rezeki, serta mendapat rezeki yang halal,” harapnya.

Selain itu, Hardana Cipto Sudarmo yang juga merupakan jemaah KLOTER BTH 19 menceritakan bahwa sebagai warga transmigrasi dan saat ini berdomisili di Kabupaten Merangin, dirinya mendaftar sebagai jemaah calon haji sejak Desember 2012. Untuk melaksanakan ibadah haji, dirinya menggunakan uang pensiun untuk membayar pelunasan.
“Jadi saya sudah menunggu sekitar 14 tahun. Pendaftaran itu harus membayar Rp 25 juta. Jadi uang Taspen (pensiun) saya itu bisa untuk melunasi naik haji di tahun 2026 ini,” ujarnya.
Bertugas sebagai Kepala Desa Air Batu di Kecamatan Tabir Ilir Kabupaten Merangin, Hardana Cipto Sudarmo merasa terharu dapat berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun 2026. Kebahagiaan yang ia rasakan, dengan harapan dapat beribadah haji dengan kondisi tubuh yang prima.
“Saya dan istri sangat terharu. Tidak disangka-sangka kalau saya dan istri bisa mendapat panggilan dari Allah SWT untuk ke Tanah Suci. Jadi ini luar biasa, sangat bahagia, dan Alhamdulillah sampai kesehatannya pun sampai sekarang masih bugar,” ujarnya.
“Semoga kami dan istri, semua rombongan sehat selalu. Pokoknya perjuangan kami untuk bisa ke Tanah Suci ini ya dari pahit. Salah satu doanya, kami mohon tetap diberikan kesehatan, panjang umur, dan bisa kembali diberikan rezeki banyak oleh Allah SWT kembali ke Tanah Suci lagi,” harapnya.

Membersamai ke Tanah Suci, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) KLOTER BTH 19, Alhadi Fadhli Januar Ismail, mengimbau para jemaah meluaskan hatinya dan bersemangat untuk beribadah. Melalui kesiapan fisik yang prima, dengan niat ikhlas, sabar, dan rasa syukur, dirinya berharap doa-doa yang dipanjatkan para jemaah dapat dikabulkan oleh Allah SWT.
“Yang pertama sekali kami menyarankan kepada jemaah untuk meluaskan hatinya. Jika hatinya luas, hatinya lapang, Insya Allah mau berdesakan, panas cuaca yang sangat ekstrem dibandingkan di Indonesia, itu akan menyemangati mereka sendiri, tidak ada keluh kesah,” ujarnya.
“Insya Allah niat ikhlas, sabar, dan rasa syukur yang paling penting terhadap jemaah itu sendiri,” lanjutnya.
Alhadi Fadhli Januar Ismail mengungkapkan bahwa sebagai salah seorang petugas di KLOTER BTH 19, dirinya bersama petugas lainnya telah mengatur strategi guna mengoptimalkan pelayanan kepada para jemaah. Hubungan emosional telah dijalin melalui komunikasi yang dibangun sejak sebelum proses pemberangkatan berlangsung.
“Kami antara petugas dan jemaah, jemaah dengan jemaah, melakukan hubungan emosional sebelum berangkat. Sehingga nanti disana (di Tanah Suci) ketika ada kendala, bisa saling support, saling bantu. Yang RISTI (Risiko Tinggi) ada yang dorong, bisa dibantu dengan teman-teman yang lain, sehingga kita berkumpul, kita berdoa bersama,” ujarnya.
“Kami berharap semoga amal ibadah jemaah semuanya diterima oleh Allah SWT dan semoga semua jemaah yang berangkat menjadi haji yang mabrur,” ujarnya. (Tim)
