Gelar ANEV dan Pembahasan Perpanjangan PKS, SKK Migas – POLDA Jambi Bersama KKKS Wilayah Jambi Perkuat Sinergi Pengamanan Operasional Industri Hulu Migas

sekitarjambi.com – SKK Migas – POLDA Jambi bersama Kontraktor Kontrak kerja Sama (KKKS) Wilayah Jambi menggelar kegiatan Analisis dan Evaluasi (ANEV) sekaligus Pembahasan Perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengamanan objek vital nasional sektor hulu minyak dan gas bumi. Kegiatan ini berlangsung pada 24 – 25 Juni 2026 di Bandung, Jawa Barat.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Koordinator Wilayah I Departemen Sekuriti SKK Migas Nugraha Kodiyat dan Koordinator Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel Febryan beserta jajaran, Kepala Biro Operasi POLDA Jambi Kombes Pol. Vendra Riviyanto, S.I.K., M.H., DIRPAMOBVIT POLDA Jambi Kombes Pol. Bachtiar Alponso, S.I.K., M.H., dan Kepala Bidang Hukum POLDA Jambi Kombes Pol. Jhon H. Ginting, S.I.K. beserta jajaran, dan pimpinan KKKS yang beroperasi di Wilayah Jambi yakni PetroChina International Jabung Ltd., PT Pertamina EP Field Jambi, Jadestone Energy (Lemang) Pte. Ltd., MontD’Or Oil Tungkal Ltd., dan PT Seleraya Merangin Dua. Kegiatan ini digelar, sebagai forum untuk memperkuat sinergi pengamanan kegiatan operasional industri hulu migas di wilayah Provinsi Jambi.

Sebagai perwakilan KKKS yang beroperasi di Provinsi Jambi dan menjadi host dalam gelaran kegiatan, Head of Security PetroChina International Jabung Ltd., Arif Atmoko, dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan global, regional, hingga nasional, termasuk meningkatnya dinamika geopolitik turut berdampak pada ketahanan energi. Karena itu, sinergi pengamanan menjadi faktor penting untuk memastikan operasional hulu migas di wilayah Provinsi Jambi tetap berjalan aman, andal, dan bebas dari gangguan.
Ia berharap kegiatan ANEV dapat menjadi ruang berbagi masukan dan penyusunan strategi bersama antara SKK Migas, KKKS, dan unsur pengamanan, sehingga langkah mitigasi serta rencana pengamanan yang disusun benar-benar mampu menjawab berbagai tantangan di lapangan. Selain itu, kegiatan ini diharap menjadi forum yang produktif untuk melahirkan berbagai masukan dan rekomendasi dalam meningkatkan sinergi pengamanan di sektor hulu migas.
“Rapat ini kami sangat yakin akan memberikan masukan yang sangat baik kepada kedua pihak, baik kepada kami selaku KKKS di dalam meningkatkan strategi pengamanan, di dalam meningkatkan bagaimana kita melakukan mitigasi-mitigasi untuk mengantisipasi semua potensi ancaman yang akan kita tuangkan di dalam rencana pengamanan. Juga bagaimana kita memberikan masukan kepada teman-teman DITPAMOBVIT (POLDA Jambi) yang diperbantukan di wilayah kerja kita. Sehingga apa yang dilakukan oleh teman-teman DITPAMOBVIT (POLDA Jambi) di lapangan, menjawab terhadap tantangan tugas yang ada di lapangan,” ujarnya.
“Selamat menikmati rapat selama dua hari, rapatnya harus bahagia dan enjoy. Kami yakin dengan enjoy dan bahagia kita akan bisa menghasilkan gagasan, rekomendasi, dan masukan kepada kami untuk kita bisa meningkatkan kerja sama ini semakin lebih baik, semakin efektif, dan kita semuanya sepakat bahwa security mungkin di dalam perusahaan bagian kecil, tetapi bisnis itu tidak akan bisa jalan kalau tidak aman. Jadi no secure, no business,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Kepala Biro Operasi POLDA Jambi, Kombes Pol. Vendra Riviyanto, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ANEV menjadi momentum penting untuk menilai pelaksanaan kerja sama yang telah berjalan, sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan agar sinergi kedua belah pihak semakin optimal.
“Melalui kegiatan ANEV ini kita dapat melihat sejauh mana PKS ini dapat berjalan dan mengidentifikasi hal yang sudah baik, serta mencatat tantangan atau kendala yang mungkin dihadapi. Hasilnya nanti akan menjadi bahan perbaikan agar kerja sama ini semakin efektif, efisien, sinergis, dan memberikan manfaat nyata bagi kedua pihak maupun masyarakat luas,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, ia menegaskan komitmen POLDA Jambi untuk terus mendukung pelaksanaan kerja sama pengamanan demi menjaga kelancaran operasional industri hulu migas yang memiliki peran penting bagi perekonomian daerah maupun nasional.
“Pada prinsipnya POLDA Jambi berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan kegiatan melalui perjanjian kerja sama ini demi kelancaran operasional migas dan gas bumi yang berkontribusi besar dalam perekonomian daerah dan nasional. Semoga dengan dilaksanakan kegiatan ANEV ini berjalan lancar dan menghasilkan kesepakatan yang bermanfaat bagi kedua belah pihak dan masyarakat,” ujarnya.

Koordinator Wilayah I Departemen Sekuriti SKK Migas, Nugraha Kodiyat, menyampaikan, bahwa saat ini SKK Migas telah menjalin 15 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) yang tersebar di berbagai wilayah operasi hulu migas di Indonesia. Masing-masing wilayah memiliki karakteristik dan tantangan pengamanan yang berbeda. Khusus di wilayah Provinsi Jambi, sejumlah potensi gangguan keamanan masih menjadi perhatian, diantaranya praktik illegal tapping, penyerobotan lahan, pencurian aset, isu sosial di sekitar wilayah operasi, hingga berbagai gangguan yang dipicu oleh aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut dinilai masih memerlukan dukungan dan sinergi yang kuat dari pihak kepolisian guna menjaga keamanan serta kelancaran operasional hulu migas.
Ia menegaskan bahwa Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara SKK Migas, KKKS, dan POLDA Jambi menjadi landasan penting dalam memperkuat sinergi penanganan berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah operasi hulu migas.
“Harapannya perpanjangan PKS ini bisa berjalan produktif, menghasilkan strategi kemitraan yang terbaik demi pengamanan hulu migas yang strategis dan berkelanjutan. Semoga kegiatan pembahasan dapat berjalan lancar, sehingga sinergisitas antara SKK Migas, KKKS, dan POLRI (POLDA Jambi) akan semakin erat, terjalin dalam rangka meminimalisir gangguan keamanan dan mendukung pencapaian target produksi migas nasional, demi kebaikan dan kemakmuran bangsa negara Republik Indonesia,” harapnya.
Memasuki agenda utama, para peserta mengikuti paparan dan diskusi. Forum tersebut dipandu oleh Koordinator Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel Febryan, dengan menghadirkan paparan dari masing-masing KKKS mengenai kondisi keamanan, tantangan di lapangan, serta upaya mitigasi risiko terhadap operasional hulu migas.

Paparan dan evaluasi disampaikan, yang kemudian menjadi bahan untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperkuat dalam pengamanan objek vital nasional, sekaligus menyusun rekomendasi sebagai dasar peningkatan koordinasi antara aparat kepolisian dan pelaku industri hulu migas. Selanjutnya di hari kedua, pembahasan difokuskan pada perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara SKK Migas dan POLDA Jambi. Sesi ini dipandu oleh Analis Departemen Sekuriti Wilayah I SKK Migas, Syaiful Hidayat. Dalam pembahasan tersebut, peserta mendiskusikan perpanjangan kerja sama, termasuk penyelarasan mekanisme koordinasi, dukungan pengamanan terhadap kegiatan operasional hulu migas, serta penyusunan risalah rapat sebagai dasar penyempurnaan dokumen kerja sama.
Forum ini dilaksanakan sebagai langkah memperkuat sinergi antara SKK Migas, POLDA Jambi, dan KKKS Wilayah Jambi dalam menjaga keamanan objek vital nasional sektor hulu migas. Sehingga kegiatan eksplorasi dan produksi energi di wilayah Provinsi Jambi dapat berjalan dengan aman, lancar, dan berkelanjutan. (Iz)
