JAMBINEWS

Perbaikan IPA Tirta Mayang Picu Krisis Air di Kota Jambi

sekitarjambi.com – Perbaikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PERUMDA Tirta Mayang memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kota Jambi. Akibatnya, warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Diketahui, gangguan distribusi air terjadi sejak 25 April 2026 lalu karena dilakukannya perbaikan pada IPA Tirta Mayang. Kondisi ini diinformasikan oleh akun media sosial PERUMDA Tirta Mayang, dimana gangguan akan berlangsung hingga 2 Mei 2026 mendatang.

Adapun wilayah yang terdampak diantaranya Kecamatan Kota Baru (Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kenali Asam Atas, Kenali Asam, Simpang III Sipin, & Talang Gulo), Kecamatan Alam Barajo (Kelurahan Mayang Mangurai), Kecamatan Jambi Selatan (Kelurahan Thehok, Paal Merah, & Lingkar Selatan), Kecamatan Jelutung (Kelurahan Kebun Handil), dan Wilayah Kerja Sama Desa Talang Belido.

Hingga hari keempat gangguan distribusi air ini, sejumlah warga mengeluhkan karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih, baik untuk kebutuhan mandi, mencuci, hingga konsumsi sehari-hari. Salah seorang warga terdampak, Fadli, mengatakan bahwa dirinya harus membeli air bersih karena tidak ada pasokan dari PDAM. Ia menyebut tingginya permintaan membuat penyedia air bersih kewalahan. Bahkan, warga harus menunggu lama untuk mendapatkan pasokan.

Ia juga mengungkapkan bahwa harga air bersih pun cukup tinggi, yakni Rp 80 ribu untuk 1.000 liter. Menurut Fadli, bantuan mobil tangki dari PDAM sempat datang, namun kapasitasnya belum mencukupi kebutuhan sekitar 800 rumah terdampak.

“Mobil air PDAM ada, tapi kapasitasnya tidak cukup. Kalau bisa armadanya ditambah karena banyak rumah yang terdampak,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Jambi, dr. Maulana, mengatakan bahwa pihaknya telah menambah armada mobil tangki untuk membantu distribusi air bersih.

“Saya instruksikan PDAM untuk menyuplai air bersih gratis kepada warga terdampak. Karena dirasa masih kurang, kita pinjam dua unit mobil tangki dari provinsi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa perbaikan yang dilakukan bertujuan meningkatkan kapasitas produksi air bersih hingga 30 – 40 liter per detik, sehingga pelayanan ke depan menjadi lebih optimal.

“Perbaikan ini paling lama delapan hari sejak mulai dikerjakan. Saat ini sudah hari keempat,” jelasnya. (Iz)

Please follow and like us:
Pin Share
Instagram