Sudah Diwarning, Tiga Unit Rumah di Pinggir Sungai di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Mengalami Abrasi

sekitarjambi.com – Bencana abrasi melanda permukiman warga yang berada di Parit 6, RT. 02, Dusun Jaya, Desa Mendahara Tengah, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, pada Jumat (8/8/2025) sekira pukul 10.00 WIB. Disampaikan oleh Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Indra S. Gunawan, bahwa akibat bencana abrasi tersebut, 3 (tiga) unit rumah milik warga setempat ambruk dan membuat 6 (enam) Kepala Keluarga (KK) terpaksa harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
“Kami telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat serta turun ke lokasi untuk melakukan pendataan,” ujarnya pada Sabtu (9/8/2025).
Ia menyebutkan saat ini pihak BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur telah mendistribusikan sejumlah bantuan ke lokasi untuk membantu korban bencana abrasi tersebut. Pihak BPBD juga menyediakan tenda darurat untuk lokasi pengungsian sementara bagi korban bencana abrasi.
Indra S. Gunawan menjelaskan bahwa kejadian serupa juga pernah terjadi dan melanda permukiman warga yang berada di pinggiran sungai desa tersebut. Pihak BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersama Pemerintah Desa Mendahara Tengah sebelumnya juga sudah pernah memperingatkan dengan mengeluarkan imbauan mitigasi bencana.
Dimana, poin utama dalam imbauan tersebut adalah meminta kepada warga yang memiliki bangunan rumah di pinggiran sungai yang rawan terjadi abrasi, agar bisa mewaspadai kondisi bencana tersebut dan mengalihkan bangunan rumah di lokasi yang lebih aman.
“Rata-rata kondisi tanah di pinggir sungai di daerah desa tersebut lembut dan sangat rawan terjadi abrasi. Terlebih di saat arus sungai cukup deras dan kondisi cuaca di lokasi tengah diguyur hujan seperti saat kejadian abrasi yang barusan tadi melanda wilayah itu,” jelasnya.
Adapun data bangunan yang hancur akibat bencana abrasi ini yaitu, satu bangunan rumah milik Cakke, satu bangunan rumah milik Selamit, serta satu bangunan rumah dan walet milik Latif.
Diperkirakan, kerugian yang dialami oleh para korban bencana abrasi tersebut yaitu ratusan juta rupiah. Pada saat kejadian yang berlangsung secara tiba-tiba, penghuni rumah tidak sempat lagi menyelamatkan barang berharga yang ada di dalam rumah. (Iz)
