KABAR HAJI

Doa dan Harapan Jemaah Calhaj Provinsi Jambi Mengiringi Langkah Menuju Baitullah

sekitarjambi.com – Pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 telah berlangsung pada 22 April hingga 21 Mei 2026.  Tiba di Tanah Suci, para jemaah bersiap menuju puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (ARMUZNA).

Di hari terakhir pemberangkatan yakni 21 Mei 2026, salah satunya diisi oleh KLOTER yang berisi jemaah Provinsi Jambi, yakni BTH 25.   Bergabung dengan jemaah asal Provinsi Kepulauan Riau, KLOTER BTH 25 diterbangkan ke Tanah Suci melalui Embarkasi Haji Batam pada pukul 21.00 WIB.

Di sela proses keberangkatan, lantunan doa dan harapan terus dipanjatkan para jemaah.  Beberapa jemaah mengaku sudah membayangkan momen pertama menginjakkan kaki di Baitullah, melihat Ka’bah secara langsung. Perasaan haru, syukur, dan bahagia bercampur menjadi satu menjelang perjalanan suci tersebut. Bagi para jemaah, kesempatan menginjakkan kaki di Tanah Suci adalah momen sakral untuk memohon kebaikan, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun daerah asal mereka.

Salah seorang jemaah KLOTER BTH 25 Provinsi Jambi, Muhammad Mahili Mansyur, menyampaikan bahwa doa utamanya di Baitullah adalah memohon kelancaran ibadah dan senantiasa diberikan kesehatan. Tidak hanya doa pribadi, ia juga membawa amanah doa untuk kesejahteraan masyarakat Jambi.

“Kita berharap setelah sampai disana (Tanah Suci) selalu dalam keadaan sehat, kemudian dapat menjalankan wajib haji, rukun haji, dan ibadah-ibadah sunah lainnya. Sehingga kita dapat berdoa dengan khusyuk, bertawaduk untuk kemaslahatan, khususnya masyarakat Jambi dan Kabupaten Bungo. Kalau doa pribadi, secara khusus tentunya ingin dipanggil kembali untuk bisa datang melihat Baitullah tersebut,” ungkapnya.

Doa dan harapan yang menyentuh hati turut diutarakan oleh seorang jemaah yang sehari-harinya berprofesi sebagai loper koran sekaligus pedagang kaki lima di Pasar Atas Muaro Bungo. Jemaah tersebut tergabung dalam KLOTER BTH 25 atas nama Amirudin Muhammad Yasir.   

Ia membeberkan sedikit perjuangannya menggeluti profesi loper koran puluhan tahun sejak masa orde baru hingga saat ini.  Setelah menabung dengan gigih selama bertahun-tahun, dari hasil keringatnya ia mendaftar berhaji bersama sang istri dan terpanggil setelah menunggu 14 tahun. Ia mengungkapkan bahwa doa terbesarnya ialah dengan bersimpuh di depan Ka’bah untuk memohon ampunan yang tulus atas segala khilaf sebagai manusia.

“Dapat berhaji ini sangat-sangat bersyukur untuk menghapus dosa. Jadi semuanya kita serahkan kepada Allah dengan niat kita berhaji ini Insya Allah segala perbuatan kita selama ini dihapuskan oleh Allah SWT.  Maklum kan kita manusia-manusia biasa, penuh khilaf dan lupa. Harapannya diberikan kesehatan, kekuatan, sehingga mencapai haji yang mabrur dan mabruroh,” ucapnya dengan penuh harap.

Sementara itu, seorang jemaah wanita KLOTER BTH 25 asal Kabupaten Bungo yang berangkat berhaji bersama sang suami dan adiknya  atas nama Naely Nurul Fajriyah, mengungkapkan bahwa setibanya di Baitullah akan berdoa pada keutuhan keluarga.  Ia menyelipkan harapan agar keturunannya kelak menjadi anak yang soleh, serta memohon kelancaran rezeki agar anak-anaknya bisa menyusul berhaji di masa depan.

“Doa khusus dari saya itu ingin menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah, punya putra-putri yang soleh-solehah, dan mendapat rezeki yang berkah, barokah. Dari segi materi, Insya Allah ingin beli kebun lagi untuk berangkat haji untuk anak-anak saya berikutnya,” tuturnya.

Nuansa harapan dari generasi muda diwakili oleh seorang jemaah muda yang berprofesi sebagai Asisten Apoteker di Kabupaten Bungo. Jemaah tersebut yakni Eka Lidia Sari berusia 25 tahun, berangkat berhaji mendampingi kedua orangtuanya.

“Kalau untuk doa pastinya ada.  Kalau untuk harapan Insya Allah saya dan keluarga dan semua jemaah haji Provinsi Jambi bisa menjalankan ibadah haji dengan khusyuk, melaksanakan haji dengan mabrur, mendapatkan tuntunan yang baik. Kalau doa khususnya, meminta dipermudah aja untuk melaksanakan ibadah haji,” ungkapnya.

Selain bersyukur atas kelancaran yang dirasakan, jemaah muda ini juga menyampaikan harapan besar pada peningkatan kualitas pelayanan haji.

“Harapannya Insya Allah pengennya sih pelayanannya juga lebih ramah lagi, lebih bagus lagi, dan Insya Allah pelayanan haji tahun ini bisa lebih bagus dari haji-haji yang sebelumnya,” ujarnya.

Dengan segala persiapan spiritual dan deretan doa yang siap dipanjatkan, seluruh jemaah kini menanti waktu puncak ibadah haji dengan satu tujuan utama, yakni kembali ke Tanah Air membawa predikat haji yang mabrur dan penuh berkah. (Iz)