POLDA Jambi Kantongi Belasan Nama Pelaku Pengrusakan Kantor Gubernur Jambi Pada Demo Angkutan Batu Bara

sekitarjambi.com – POLDA Jambi saat ini masih terus melakukan penyelidikan terkait dengan laporan yang dilayangkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi, buntut dari kericuhan dan pengrusakan dari aksi demo sopir angkutan batu bara di Kantor Gubernur Jambi, Senin (22/1/2024).

Surat laporan sebelumnya dikirimkan dengan Nomor: 31/SETDA. Umum-2.3/1/2024 dengan tujuan kepada Yth. Bapak Kepolisian Daerah Jambi di tempat yang ditandatangani Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jambi Muzakir dan Plt. Kepala Biro Hukum SETDA Provinsi Jambi Ali Zaini. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, DITRESKRIMUM POLDA Jambi telah memeriksa enam saksi dari pihak pelapor kasus kericuhan dan pengrusakan Kantor Gubernur Jambi. Dari pemeriksaan saksi tersebut, kini kepolisian sudah mengantongi identitas belasan orang terduga pelaku terkait pengrusakan Kantor Gubernur Jambi.

DIRRESKRIMUM POLDA Jambi, Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira, mengatakan pihaknya sangat serius dalam menangani kasus pengrusakan Kantor Gubernur Jambi tersebut dan pemeriksaan akan terus berlanjut.

Andri menuturkan bahwa saat ini kepolisian sudah mengantongi belasan identitas terduga pelaku pengrusakan Kantor Gubernur Jambi yang mengakibatkan kerugian mencapai Rp 500 juta.

“Dari profil orangnya, identitas terduga pelaku sudah kita ketahui, kurang lebih ada belasan orang yang sudah kita profil dan diketahui identitasnya,” ujarnya.

“Dua hari lalu dari Direktorat Reserse Kriminal Umum POLDA Jambi menurunkan SUBDIT JATANRAS dan Tim INAFIS sudah melaksanakan oleh TKP,” ujar Andri, Jumat (26/1/2024).

Saat ditanya apakah sudah ada pelaku yang diamankan, Andri menyampaikan bahwa pihaknya belum mengamankan para pelaku yang melakukan aksi pelemparan batu dan pengrusakan Kantor Gubernur Jambi tersebut. 

“Belum, prosesnya masih penyelidikan, izinkan kami untuk melakukan proses penyelidikan ini dan mengumpulkan bukti-bukti, kemudian memeriksa keterangan saksi-saksi,” ujarnya.

Terkait dengan statement dari Ketua KS-Bara yakni Tursiman yang meminta untuk tidak diproses hukum, Andri menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berlanjut. (Iz)

Bagikan