Luas Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi Tembus 4.123 Hektare, Kabupaten Batanghari Jadi Wilayah Terparah

sekitarjambi.com – Bencana kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) di wilayah Provinsi Jambi dilaporkan semakin meluas hingga memasuki pekan pertama bulan Oktober 2026. Berdasarkan data rekapitulasi terbaru dari Tim Satuan Tugas (SATGAS) KARHUTLA Provinsi Jambi, akumulasi total luas hutan dan lahan yang hangus terbakar kini telah menembus angka 4.123,84 hektare.
Dari total wilayah yang terdampak, Kabupaten Batanghari mencatatkan area kebakaran terparah dengan luas mencapai 1.240,79 hektare. Wilayah terdampak lainnya disusul oleh Kabupaten Tanjung Jabung Timur seluas 659,18 hektare, Kabupaten Tanjung Jabung Barat seluas 639,55 hektare, serta Kabupaten Muaro Jambi seluas 577,71 hektare.
Eskalasi kebakaran lahan yang luas tersebut berdampak langsung terhadap penurunan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Jambi dan sekitarnya yang sempat menyentuh angka 200 dengan status Tidak Sehat. Gubernur Jambi, Al Haris, pada Jumat, 2 Oktober 2026, menuturkan kondisi terkini penanganan titik api di lapangan serta status kualitas udara daerah yang kian mengkhawatirkan.
“Luas lahan yang terbakar akibat KARHUTLA di Provinsi Jambi mencapai 4.123,84 hektare sejak awal 2026, dimana hingga hari ini masih ada tujuh titik api yang aktif dalam proses pemadaman intensif,” ujar Gubernur Jambi Al Haris.
Al Haris pada kesempatan yang sama menegaskan bahwa seluruh unsur SATGAS dikerahkan untuk mengatasi kebakaran melalui jalur darat maupun udara.
“Untuk kondisi kualitas udara hari ini memang agak tinggi dan masuk kategori tidak sehat, sehingga pemadaman darat, pengerahan heli water bombing, dan Operasi Modifikasi Cuaca terus kita persiapkan untuk mendatangkan hujan,” tegas Gubernur Jambi Al Haris.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, pada Jumat, 2 Oktober 2026, menyampaikan detail teknis koordinasi pemadaman di area gambut yang menyisakan titik panas.
“Bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi dilaporkan semakin meluas hingga memasuki pekan pertama bulan Oktober dengan akumulasi total area terbakar menembus angka lebih dari 4.123 hektare,” ujar Bachyuni Deliansyah.
Bachyuni Deliansyah turut menambahkan bahwa Kabupaten Batanghari menjadi perhatian utama SATGAS karena luasan lahan gambutnya yang terbakar paling dominan.
“Kabupaten Batanghari mencatatkan area kebakaran paling parah mencapai 1.240,79 hektare, disusul Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, serta Muaro Jambi yang terus ditangani oleh Tim SATGAS KARHUTLA,” ujar Bachyuni Deliansyah.
Di sisi lain, Kabid Humas Kepolisian Daerah (POLDA) Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji, pada Rabu, 30 September 2026, menuturkan bahwa upaya penegakan hukum tegas juga dijalankan secara paralel terhadap para pelaku pembakar lahan.
“POLDA Jambi menangani 86 kasus terkait KARHUTLA di mana 16 orang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka tindakan pidana pembakaran hutan dan lahan,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.
Kombes Pol. Erlan Munaji pada kesempatan yang sama menegaskan bahwa penindakan hukum berimbang dengan upaya pencegahan dan pemadaman langsung di lapangan.
“Penanganan KARHUTLA dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pemadaman tetapi juga penegakan hukum tegas demi melindungi lingkungan serta mewujudkan Jambi bebas asap,” tegas Kombes Pol. Erlan Munaji.
Upaya penyekatan basah dan pendinginan (cooling down) di titik-titik bekas kebakaran terus diperketat oleh SATGAS Gabungan agar kobaran api tidak kembali membesar di tengah hembusan angin kencang. (K)
