EKONOMI BISNIS

Heboh! Indomie Soto Banjar Limau Kuit di Taiwan Mengandung Etilen Oksida Zat Pemicu Kanker

sekitarjambi.com – Publik tengah dihebohkan dengan kabar salah satu produk mi instan asal Indonesia, yakni Indomie Rasa Soto Banjar Limau Kuit, yang dinyatakan mengandung zat berbahaya etilen oksida (EtO) oleh otoritas kesehatan Taiwan. Temuan ini memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya para penggemar Indomie di dalam maupun luar negeri.

Menurut badan kesehatan internasional, termasuk IARC (International Agency for Research on Cancer), etilen oksida digolongkan sebagai karsinogen (zat pemicu kanker) pada manusia. Paparan jangka pendek dalam dosis tinggi dapat menimbulkan iritasi pada mata, kulit, dan saluran pernapasan. Jika dikonsumsi melalui makanan dalam kadar berlebih dan jangka panjang, berpotensi menyebabkan gangguan sistem saraf, reproduksi, bahkan kanker.

Informasi terkait Indomie Rasa Soto Banjar Limau Kuit tersebut awalnya muncul dari hasil pengawasan Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW). Pihak berwenang menemukan kadar etilen oksida pada sampel produk Indomie Soto Banjar Limau Kuit yang beredar di pasaran Taiwan. Etilen oksida sendiri merupakan senyawa kimia berisiko yang kerap digunakan sebagai pestisida dan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan jika dikonsumsi dalam kadar tinggi secara terus-menerus.

Menanggapi hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI langsung buka suara. Kepala BPOM, Penny K. Lukito, menegaskan bahwa Indomie yang diproduksi dan beredar di Indonesia aman dikonsumsi. BPOM menyebut, produk yang diuji di Taiwan berbeda dari yang beredar di pasar domestik.

“Produk Indomie di Indonesia sudah melalui pengawasan ketat dan memenuhi standar keamanan pangan. Dugaan adanya etilen oksida pada varian tertentu yang beredar di Taiwan tidak serta-merta mencerminkan kondisi produk di dalam negeri,” ujar Penny dikutip pada Sabtu (13/9/2025).

BPOM mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan otoritas terkait di Taiwan untuk menelusuri lebih lanjut kasus tersebut. Termasuk mengecek jalur distribusi produk Indomie yang masuk ke negara tersebut.

Indofood selaku produsen Indomie juga menyampaikan klarifikasi resmi. Pihak perusahaan menegaskan bahwa semua produk mi instan diproduksi dengan standar internasional serta telah diekspor ke lebih dari 100 negara. Indofood memastikan Indomie aman dikonsumsi sesuai aturan penyajian.

Kasus ini bukan yang pertama kalinya Indomie terseret isu keamanan pangan di luar negeri. Namun, hingga kini produk mi instan asal Indonesia tersebut masih menjadi salah satu merek favorit dan memiliki pasar besar di kancah global. (Iz)

Please follow and like us:
Pin Share
Instagram