Optimalkan Istirahat dan Pendampingan Jemaah, Bimbingan Manasik di Asrama EHA Provinsi Jambi Terapkan Pendekatan Personal

sekitarjambi.com – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi menerapkan strategi baru dalam mempersiapkan Jemaah Calon Haji (JCH) melalui program Bimbingan Manasik Terintegrasi di tingkat kabupaten/kota dan kecamatan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, bimbingan manasik pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 ini sengaja dirampungkan jauh sebelum jadwal keberangkatan jemaah ke Asrama Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Jambi, guna memberikan ruang bagi jemaah untuk mempersiapkan mental dan spiritual.

Diungkapkan oleh Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah dan Pelayanan Haji Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, H. Majdi, S.Ag., M.Ag., bahwa manasik haji bagi seluruh jemaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci pada tahun 2026 telah dilaksanakan sejak awal Februari 2026. Dimana seluruh rangkaian manasik mulai dari pembekalan ibadah hingga praktik sudah rampung sebelum memasuki bulan Ramadan, sehingga saat berada di Asrama Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Jambi jemaah hanya menerima penguatan materi dan pendampingan teknis menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
H. Majdi mengatakan bahwa fokus pelayanan bimbingan manasik berubah. Petugas tidak lagi memberikan materi dan praktik di miniaur Ka’bah seperti tahun-tahun sebelumnya, melainkan menggunakan pendekatan personal dengan langsung mendatangi kamar-kamar jemaah ataupun bimbingan manasik di masjid usai pelaksanaan shalat berjemaah. Strategi personal atau “jemput bola” ini dinilai jauh lebih efektif, terutama bagi jemaah kategori Lanjut Usia (LANSIA).
” Di asrama haji ini kita hanya melakukan bimbingan manasik itu kita yang mendekatkan (mendatangi) ke jemaah. Apalagi terkait dengan jemaah haji yang LANSIA ini. Jadi petugas yang sudah berpengalaman, baik dalam bidang kesehatan maupun bidang syariatnya, dia masuk ke kamar jemaah ini bersilaturahmi, ngobrol. Mengobrolnya sudah terdapat juga muatan-muatan manasik haji,” ungkapnya.
Dengan pelayanan ini, jemaah tetap mendapatkan pembekalan ibadah secara optimal tanpa harus berpindah tempat. Sehingga kondisi fisik dapat lebih terjaga dan waktu istirahat lebih banyak sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Dengan pelan tapi pasti, pembimbing-pembimbing kita yang tergabung di dalam SATGAS LANSIA ini terus melakukan pendekatan kepada jemaah untuk memberikan motivasi terhadap perjalanan mereka yang relatif jauh,” ujarnya.

Seorang jemaah calon haji asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Aziz Abd Muin, mengaku setelah sukses menyelesaikan rangkaian bimbingan manasik di daerah asal, setibanya di Asrama EHA Provinsi Jambi para jemaah kembali menerima pemantapan ibadah yang intensif. Pemantapan ini difokuskan pada pemahaman rukun ibadah serta alur mobilitas pergerakan jemaah selama perjalanan lintas negara.
“Sesampainya kami disini (Asrama EHA Provinsi Jambi) ada pemantapan lagi. Khususnya bagaimana mobilitas pergerakan mulai dari pemberangkatan dari bandara ke Batam, lalu dari Batam menuju Jeddah. Arahan-arahan teknis yang harus kita lakukan di lapangan juga sudah disampaikan, dan Insya Allah kami sudah mantap,” ujarnya.
Muhammad Aziz Abd Muin mengatakan bahwa pelayanan manasik haji yang diberikan dinilai sangat optimal. Ia juga memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran PPIH Provinsi Jambi yang telah mengawal proses persiapannya untuk menunaikan rukun Islam kelima.
“Terima kasih yang tidak terhingga kami ucapkan kepada PPIH Provinsi Jambi yang sudah memberikan bimbingan, arahan, fasilitas dengan sambutan yang sangat baik. Kami selaku jemaah haji pada tahun ini merasa terhormat dan merasa termuliakan sekali. Terima kasih sekali lagi kami ucapkan kepada segenap pengurus (PPIH),” tuturnya. (Iz)
