KABAR HAJI

Bersama Petugas KLOTER, KARU dan KAROM Sukseskan Misi Pelayanan Optimal bagi Jemaah Haji

sekitarjambi.com – Persiapan yang matang dilakukan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi guna memastikan kelancaran ibadah para jemaah di Tanah Suci berjalan lancar.  Fokus utama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini yakni memberikan pelayanan optimal bagi jemaah, khususnya kategori Lanjut Usia (LANSIA), Disabilitas, dan Perempuan.  Untuk menyukseskan misi tersebut, petugas KLOTER yang telah dibekali pelatihan intensif selama 10 hari di Embarkasi Haji Batam akan bersinergi dengan Ketua Regu (KARU) dan Ketua Rombongan (KAROM).

Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah dan Pelayanan Haji Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, H. Majdi, S.Ag., M.Ag., menjelaskan bahwa KARU dan KAROM yang juga berstatus sebagai jemaah memiliki peran ganda.  Selain beribadah, KARU dan KAROM secara sukarela dilibatkan untuk membantu petugas KLOTER memantau jemaah lain, mulai dari pembagian konsumsi tiga kali sehari, hingga pengurusan logistik harian dan pendampingan saat jemaah melaksanakan rukun haji. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat banyaknya jemaah yang harus dilayani dalam satu KLOTER.

“Ketua Regu (KARU), Ketua Rombongan (KAROM) ini sambil dia menjadi jemaah, dia juga kita minta bantuannya untuk mengurus jemaah yang lain, terutama yang LANSIA. Ini kan kalau kita serahkan kepada Ketua KLOTER kan agak kewalahan. Makanya dengan merekalah (KARU dan KAROM) yang kita titipkan tugas-tugas ini secara bergotong-royong, terjadwal piketnya,” jelasnya.

Diketahui, dalam satu Regu beranggotakan minimal 8 jemaah dan maksimal 11 jemaah, sedangkan dalam satu Rombongan beranggotakan minimal 38 jemaah dan maksimal 42 jemaah. Rerata dalam satu KLOTER terdiri dari 11 Rombongan dan satu Rombongan terdiri dari 4 (empat) Regu.  Sebagai bentuk dukungan operasional, PPIH Provinsi Jambi memberikan insentif dengan nilai yang diterima KARU yakni Rp 1.000.000,- dan insentif yang diterima KAROM yakni Rp 1.500.000,- dimana nilai ini termasuk pajak di dalamnya.

H. Majdi berpesan agar seluruh elemen Petugas KLOTER, KARU, dan KAROM mengedepankan pendekatan kekeluargaan dan menghindari emosi saat menghadapi kendala.  Menjadi pelayan jemaah sekaligus tamu Allah diyakini menjadi jalan keberkahan tersendiri untuk meraih predikat haji mabrur.

“Ketika mereka jadi tamu Allah SWT, sekaligus kita minta dia melayani tamu Allah SWT. Itu dua macam, dua hal yang dia dapatkan sekaligus. Dan ketika dua hal ini dia lakukan secara ikhlas, Insya Allah perjalanan hajinya akan dirasakan lebih lancar. Dan jangan-jangan, KARU KAROM inilah yang mendapatkan haji yang mabrur,” tuturnya.

Ketua Regu 1 (satu) dari Rombongan 1 KLOTER BTH 24 Provinsi Jambi, Mahmud Syah, mengaku siap menjalankan amanah sebagai Ketua Regu demi membantu kelancaran ibadah para jemaah.

“Insya Allah siap untuk membantu kepentingan jemaah, terutama jemaah kita yang LANSIA,” ujarnya.

Ia berharap sesama petugas (KLOTER, KARU, dan KAROM) dan jemaah dapat menjalin koordinasi serta kerja sama yang baik selama berada di Tanah Suci.  Sehingga seluruh rangkaian pelayanan dan pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai harapan bersama.

“Harapannya mudah-mudahan sampai disana (Tanah Suci) kita bisa bekerja sama dengan baik dengan teman-teman petugas.  Kemudian juga kawan-kawan yang lain juga bisa ikut arahan sehingga koordinasi antar sesama kita juga bisa baik dan bisa berjalan dengan selancar-lancarnya, sesuai dengan ekspektasi kita disini (Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi). Maka mudah-mudahan dengan begitu mudah kita beribadahnya,” harapnya.

Selain itu, Ketua Rombongan 9 (sembilan) KLOTER BTH 24 Provinsi Jambi, Imam Subkhi, mengungkapkan bahwa tahun ini ia berangkat berhaji bersama sang istri dan ayahnya yang terkategori jemaah LANSIA.  Dipercaya sebagai KAROM, ia menyadari tanggung jawab yang diemban tidak hanya untuk keluarga sendiri, tetapi juga untuk memastikan seluruh jemaah dalam rombongannya memperoleh pendampingan dan pelayanan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

“Nah, kebetulan saya ini kan berangkat dengan istri dan ayah saya. Jadi karena saya diminta untuk menjadi KAROM, saya minta keikhlasan kepada istri saya bahwa keberadaan saya bukan sepenuhnya untuk membantu istri, tapi kami akan membantu sebanyak 40 jemaah melalui KARU-KARU tersebut,” ungkapnya. (Iz)