Debt Collector Tidak Diperbolehkan Merampas Kendaraan

sekitarjambi.com – Kota Jambi, Akibat banyaknya pengaduan masyarakat yang merasa dirugikan, dengan aksi nekat Leasing dan Debt Collector yang merampas barang kredit secara paksa, Mahkamah Konstitusi akhirnya melakukan revisi Undang-Undang nomor 42 Tahun 1999, tentang jaminan Fidusia yang memberikan jaminan kepada debitur dan kreditur atau leasing, dalam melakukan proses eksekusi.

Dari hasil revisi Mahkamah Konstitusi tersebut, kini leasing dan pihak ketiga tidak diperbolehkan untuk melakukan aksi penarikan secara paksa barang kredit. Namun apabila kreditur mengalami permasalahan dengan melakukan penunggakan pembayaran, pihak leasing harus melalui jalur hukum, sebelum mengeksekusi barang tersebut.

Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Yuyan Priatmaja mengatakan kepada sekitarjambi.com, berdasarkan hasil revisi yang dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi, Polda Jambi dalam waktu dekat akan berkordinasi dengan pihak terkait, membahas Undang-Undang Jaminan Fidusia. “Minggu depan kita akan koordinasi dengan pihak pengadilan dan pihak asosiasi leasing di Jambi,” ujarnya.

Diketahui, Undang-Undang nomor 42 Tahun 1999 tentang jaminan Fidusia menyebutkan, Fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan, bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut, tetap dalam penguasaan pemilik benda. Jaminan Fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud, dan benda tidak bergerak khususnya bangunan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang nomor 4 tahun 1996, tentang hak tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan pemberi fidusia, sebagai agunan bagi pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada penerima Fidusia terhadap kreditor lainnya.(Asr)

Bagikan

2 thoughts on “Debt Collector Tidak Diperbolehkan Merampas Kendaraan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: