129 Ton Padi di Jambi Gagal Diproduksi Akibat Banjir

sekitarjambi.com – Pemerintah Provinsi (PEMPROV) Jambi, melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH), mencatat dampak serius akibat banjir yang melanda. Data yang tercatat sebanyak 129 ton padi gagal diproduksi.

Dari data BPTPH Jambi, banjir telah mengganggu lahan persawahan seluas 7.672.21 hektare, sehingga mengakibatkan kerugian signifikan tidak hanya pada produksi padi, tetapi juga cabai dan sayuran lainnya. Data menunjukkan bahwa sebanyak 916,68 hektare terancam gagal panen.

“Dampak perubahan iklim ini luar biasa ya, kalau biasanya produksi padi itu 4,5 ton per hektare maka ada 129 ton lebih padi yang harusnya dihasilkan tak dapat terpenuhi akibat banjir. Oleh karenanya kerugian tersebut sebetulnya mampu untuk memenuhi kebutuhan di masyarakat,” ujar Kepala UPTD BPTPH Jambi, Jaja Kardia, dikutip Rabu (6/3/2024).

Sementara sebagian besar lahan persawahan di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Jambi terdampak banjir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (TANJAB Barat) dan Kota Jambi relatif terhindar dari dampak langsung. Namun, Kota Sungai Penuh menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan 1.222 hektare lahan tergenang air.

Jaja juga menuturkan bahwa pihaknya telah melaporkan dampak perubahan iklim ini kepada pihak terkait, termasuk Dinas Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Kementerian Pertanian RI.

“Kami berharap cuaca di bulan Maret tidak lagi ekstrem seperti beberapa bulan belakangan. Jika demikian, diperkirakan musim tanam pada April 2024 akan membaik,” tuturnya.

Upaya penanganan lebih lanjut dilakukan dengan melayangkan surat ke pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan dalam mengatasi bencana puso, khususnya terkait tanaman padi. (AD)

Bagikan