Terkendala Dana dan Logistik, Dua Dapur MBG di Kota Jambi Hentikan Operasional

sekitarjambi.com – Operasional sejumlah dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Jambi dilaporkan dihentikan sementara karena menghadapi kendala serius pada dana operasional serta distribusi logistik. Program MBG sejatinya menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi pelajar, ibu hamil, dan BALITA guna mendukung kualitas gizi masyarakat.
Di Provinsi Jambi, program MBG telah mulai dilaksanakan secara bertahap sejak awal 2025 dan menjadi bagian dari upaya strategis meningkatkan sumber daya manusia di daerah.
Namun, dalam implementasinya di ibu kota provinsi yakni Kota Jambi, beberapa dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasional mereka. Penyebab utama yang dikemukakan para pengelola adalah terhambatnya pencairan dana operasional serta permasalahan dalam pengadaan dan distribusi logistik bahan makanan. Tanpa adanya aliran dana yang stabil dan pasokan logistik yang lancar, dapur-dapur tersebut tidak mampu menyediakan layanan makan bergizi secara konsisten.
Sejauh ini ada dua dapur MBG di Kota Jambi yang telah menginformasikan stop operasional. Pertama, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Simpang III Sipin atas nama Yayasan Takana Mayang Maju yang bertanggung jawab untuk 2.484 penerima manfaat. Selain itu, dapur MBG kedua yakni SPPG Simpang IV Sipin atas nama Yayasan Lazuardi Kendari yang stop operasional sejak 15 Desember 2025 lalu.
“Alasan utama karena kendala operasional dan logistik yang harus segera kami benahi untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga,” tulis pengumuman tersebut, dikutip pada Jumat (19/12/2025). (Iz)
