KABAR HAJI

Berusia 100 Tahun, Siti Aisyah Nikah Jadi Jemaah Haji Tertua Provinsi Jambi Tahun 2026

sekitarjambi.com – Dengan masa tunggu yang tidak sebentar, musim haji merupakan moment yang dinanti setiap muslim di dunia, menanti porsi keberangkatan berpihak sebagai rezeki menyempurnakan pilar agama, yakni rukun Islam kelima. Dalam hal ini, penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Indonesia tidak terkecuali Provinsi Jambi pun, setiap tahunnya mengungkap berbagai cerita.

Di tahun 2026 ini, terdata bahwa jemaah tertua Provinsi Jambi berusia 100 tahun. Perjuangan panjang semasa hidup untuk menunaikan ibadah haji dilakoni, inilah cerita di balik keberangkatan berhaji Siti Aisyah Nikah, jemaah haji tertua Provinsi Jambi pada tahun 2026.

Siti Aisyah Nikah merupakan warga Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Diungkapkan bahwa untuk berhaji, Siti Aisyah Nikah yang lahir pada tahun 1925 mendaftar pada tahun 2020 di usianya yang ke-95 tahun.

Keberangkatan Siti Aisyah Nikah ke Tanah Suci bersama sang anak perempuannya, bernama Mardiana Mello Laidda. Mardiana menuturkan bahwa keberangkatan sang ibu dalam menunaikan ibadah haji melalui perolehan kuota prioritas LANSIA.

Mardiana Mello Laidda, sang anak keempat Siti Aisyah Nikah menuturkan bahwa mendampingi sang ibu untuk berhaji dirinya siapkan seoptimal mungkin, mulai dari mental hingga finansial. Di usia senjanya sang ibu, Mardiana kuatkan tekad menjadi penyemangat sebagai pendamping orangtua.

“Sangat happy, bahagia gitu. Masya Allah Barakallah, suatu mukjizat bagi saya bisa mendampingi orangtua dengan seusia ini dan saya sangat bangga. Saya bersemangat ingin membahagiakan orangtua saya di Tanah Suci,” ujar Mardiana.

Mardiana mengungkapkan bahwa untuk beribadah di Tanah Suci, berbagai kebutuhan perlengkapan dan pakaian sang ibu telah ia siapkan jauh hari sebelum keberangkatan. Sebagai anak, ia terus menyemangati sang ibu untuk menjaga kesehatan dengan beristirahat yang cukup, agar dapat optimal menjalankan ibadah haji.

“Alhamdulillah banget sampai sekarang mamak saya ingatannya sangat baik. Dia tahu kita akan beribadah ke Mekkah, karena dia selalu nanya “kapan kita berangkat?, kapan porsinya keluar, nak?”. Saya bilangnya sabar nanti akan tiba masanya. Nah, inilah saat itu tiba. Kita akan mengerjakan ibadah sama-sama, saya bilang kesana (Tanah Suci). Nah inilah saatnya tiba,” ujar Mardiana.

Bersama sang ibu, Mardiana menyemangati umat muslim lainnya untuk termotivasi dapat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Dengan harapan dapat optimal menjalankan ibadah, Mardiana memohon doa agar dirinya bersama sang ibu selalu diberikan kesehatan dan kemudahan selama di Tanah Suci.

“Mudah-mudahan Allah berikan kami kebaikan, kemudahan, dan kesehatan jasmani rohani, dan langkah kami dijabah Allah SWT untuk melaksanakan ibadah di Masjidil Haram, Masjidil Nabawi, dan masjid-masjid yang lain. Mudah-mudahan menjadi berkah dan ladang pahala bagi kami di kemudian hari,” harapnya.

Diketahui di usia yang tak lagi muda, Siti Aisyah Nikah, jemaah suku Bugis ini diketahui masih beraktivitas di kebun miliknya. Turut dibantu oleh sang anak bungsu, Siti Aisyah Nikah sejak muda hingga kini masih mengurus kebun kelapa sawit dan pinang secara mandiri.

Sebelumnya pada beberapa tahun lalu Siti Aisyah Nikah diketahui telah melakukan ibadah umrah. Sehingga pada keberangkatan kembali ke Tanah Suci, merupakan suatu obat kerinduan yang kuat di benak Siti Aisyah Nikah.

Perjuangan, keikhlasan, dan kesabaran Siti Aisyah Nikah kini membuahkan hasil. Pada keberangkatannya berhaji dan diterbangkan menuju Arab Saudi pada Kamis (14/5/2026), ia tergabung dalam Kelompok Terbang (KLOTER) BTH 20 Provinsi Jambi. (Tim)