JAMBINEWS

Gubernur Jambi Al Haris Didemo Dua Kali dalam Sehari, Soroti PT. SAS Hingga Pelantikan Ketua KONI Provinsi Jambi

sekitarjambi.com – Pada Senin (11/8/2025) menjadi hari yang cukup panas bagi Gubernur Jambi, Al Haris. Dalam waktu kurang dari 24 jam, ia menghadapi dua aksi demonstrasi berbeda yang dilakukan di lokasi dan oleh pihak yang berbeda.

Aksi pertama terjadi pada pagi hari di Universitas Jambi (UNJA) saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Ajaran 2025-2026. Gubernur Al Haris yang hadir sebagai tamu sekaligus pemateri didemo sejumlah mahasiswa/i yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa UNJA. Ia menyampaikan aspirasi terkait permasalahan di PT. Sinar Agung Sukses (SAS), perusahaan yang tengah menjadi sorotan publik beralamat di Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi.

Di hadapan gubernur dan tamu undangan lainnya, mahasiswa menyebar selebaran berisi seruan perlawanan kepada ribuan mahasiswa/i baru yang hadir. Ini sebagai cara agar pemerintah daerah bersikap tegas dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi tentang ancaman yang dihadapi lingkungan kampus jika PT SAS dibiarkan beroperasi.

Tak lama berselang, pada siang hari, Gubernur Jambi Al Haris kembali menjadi sasaran aksi massa. Kali ini, ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Keadilan Bersama POLRI (AKBP) mendatangi Rumah Dinas Gubernur Jambi. Mereka menggelar unjuk rasa bertepatan dengan pelantikan Ketua dan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi masa jabatan 2025-2029, Mat Sanusi, yang dilaksanakan di Rumah Dinas Gubernur Jambi.

Dalam aksinya, massa meminta agar pelantikan dibatalkan. Hal ini dilakukan karena status anggota POLRI aktif masih melekat pada Mat Sanusi yang berpangkat Ajun Komisiaris Besar Polisi (AKBP). Mereka juga mengecam Gubernur Al Haris dan menudingnya tidak berkontribusi dan tidak peduli terhadap perkembangan olahraga di Provinsi Jambi.

Meski dua kali didemo dalam sehari, Gubernur Jambi Al Haris tetap melanjutkan seluruh agenda kerjanya. Rangkaian aksi pada 11 Agustus 2025 ini menjadi sorotan publik, mengingat jarang terjadi seorang kepala daerah mendapat dua gelombang demonstrasi di hari yang sama dengan isu berbeda. (Iz)

Please follow and like us:
Pin Share
Instagram