Dorong Masyarakat Cerdas dan Produktif , Webinar Literasi Digital Ulas “Internet Sehat untuk Anak Cerdas”

sekitarjambi.com – Senin (21/6), Webinar Literasi Digital di Kota Jambi berlangsng dengan tema “Internet Sehat untuk Anak Cerdas”. Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini, bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif untuk mengidentifikasi hoaks, serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo RI, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, Indonesia memiliki indeks literasi digital yang masih di bawah tingkatan baik. Terbukti berdasarkan hasil survei literasi digital yang dilakukan bersama siberkreasi dan katadata pada tahun 2020, menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4.

Pada webinar yang dihadiri 56 peserta daring ini, hadir dan sebagai pemateri secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Eval Wari, ACC selaku Secretary General International Coaching Federation (ICF) Indonesia dan CEO Leadership Resources Indonesia, Ida Ayu Prasastiasih Dewi, S.I.Kom., M.P.P selaku Communication Specialist, Asriyadi, S.Sos.I. selaku Wakil Ketua KPID Provinsi Jambi serta Pegiat Pemilu & Demokrasi, dan Ahmad Riki Sufrian selaku Dosen UIN STS Jambi. Pegiat media sosial yang juga sebagai Senior Anchor Metro TV, @wahyuwiwoho bertindak sebagai Key Opinion Leader,dan memberikan pengalamannya.

Pada Sesi pertama, Eval Wari menjelaskan bahwa di era digital tentu ada banyak perubahan yang terjadi. Namun terkadang perubahan tersebut membawa suatu kondisi yang tidak nyaman.

“Oleh karena itu, kita harus bisa melakukan adaptasi ini menjadi kenyamanan,” ujarnya.

Selaku pembicara kedua, Ida Ayu Prasastiasih Dewi mengatakan, kita harus memahami bahasa pergaulan di dunia maya dan perundungannya.

“Kita harus tau bagaimana mengatur kesepakatan anak kita soal penggunaan handphone atau gadget yang ia miliki,” ujarnya.

Hadir sebagai pembicara ketiga, Asriyadi mengatakan, generasi mendatang harus dibentuk mulai saat ini, untuk menjadi seperti apa.

”Materi ini akan sangat luar biasa, dimana Bersama kita akan melindungi generasi kedepan. Kita harus membentuk mereka, mau kita jadikan seperti apa, apakah mau dijadikan pecundang atau menjadi pemenang,” ungkapnya.

Sebagai pembicara keempat, Ahmad Riki Sufrian mengatakan, selama pandemi, peningkatan penggunaan internet atau media sosial sangat tinggi. Ini harus dikontrol.

“Bicara tentang internet sehat untuk anak, tentu pondasinya ke orang tua dulu. Jadi, bagaimana anak bisa menggunakan internet dengan cerdas, kalau orang tuanya memberikan contoh tauladan yang tidak baik bagi anak-anak,” ungkapnya.

@wahyuwiwoho sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini menuturkan, media sosial sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.

“Misalnya WhatsApp sudah termasuk kategori naik ke sosial media. Karena tidak hanya mengirim pesan, tetapi banyak hal, terutama untuk mendukung kinerja teman-teman di kantor,” ujarnya.

Pada webinar kali ini, para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan. Terlihat dari tanggapan dan pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber.

Doni Rahman, salah seorang peserta menanyakan “apakah dunia E-Sport di Indonesia harus digencarkan?”. Kemudian pertanyaan kedua disampaikan oleh Agung, yang menanyakan ““sebagai milenial apa saja yang bisa kita lakukan untuk para generasi alpha, adik-adik kita yang lahir pada tahun 2010 ke atas?”. Pertanyaan lainnya juga hadir dari Yulia Sari, yang menanyakan “apa tipsnya kita sebagai orang tua bisa memberi contoh yang baik kepada anak dalam menggunakan media sosial?”. Serta pertanyaan turut hadir dari Ade Sopyan Hadi, yang menanyakan “bagaimana cara pengontrolan penggunaan internet khususnya medsos untuk anak dan bagaimana ciri-ciri anak ketergantungan internet?”. (Tim)

Bagikan
error: