BKK Kelas II Jambi Pertegas Imbauan Jaga Kesehatan Jelang Pelaksanaan Ibadah Haji

sekitarjambi.com – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, seluruh Jemaah Calon Haji (JCH) Provinsi Jambi diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan secara optimal. Imbauan ini ditegaskan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi melalui Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, M.Fil.I., menekankan bahwa menjaga kesehatan dengan kesiapan fisik menjadi salah satu syarat utama dalam pelaksanaan ibadah haji. Mengingat padatnya rangkaian ibadah serta perbedaan cuaca ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi, jemaah diminta mempersiapkan diri sejak sebelum keberangkatan.
“Pertama jaga kesehatan karena waktu ARMUZNA sebentar lagi. Kedua, penting bagi jemaah untuk sampai asrama haji ini jangan menyertakan keluarga agar jemaah nyaman. Kemudian yang ketiga bagi jemaah haji, ya kuatkan fisik dan mental supaya proses ibadah hajinya bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.
Sejumlah langkah penting untuk menjamin kesehatan dan keselamatan jemaah sejauh ini telah dilakukan oleh BKK Kelas II Jambi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, BKK Kelas II Jambi membuka pelayanan klinik 24 jam di Asrama Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Jambi dengan menyediakan sarana dan prasarana yang mumpuni diantaranya yakni 5 (lima) orang dokter, 11 (sebelas) orang perawat, 5 (lima) orang tenaga pembantu SISKOHAT, dan juga tenaga kesehatan lainnya. Selain itu, BKK Kelas II Jambi juga menyediakan 6 (enam) unit kursi roda dan 5 (lima) unit kendaraan ambulans untuk mobilisasi jemaah kategori Lanjut Usia (LANSIA) dan disabilitas menuju dan dari Bandara Sultan Thaha Jambi.
Tidak hanya itu, sejak 6 (enam) bulan lalu BKK Kelas II Jambi telah melakukan kegiatan pra-embarkasi seperti pemeriksaan kesehatan atau sanitasi higienis dengan pemeriksaan terhadap katering untuk jemaah, kebersihan kamar-kamar, kebersihan lingkungan asrama, dan juga mengenai masalah sampah serta air. Ini juga sebagai langkah penting untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan aman.
Selain itu, PPIH Provinsi Jambi melalui BKK Kelas II Jambi telah menjalin kerja sama dengan pihak rumah sakit yang menjadi rujukan jemaah sakit, diantaranya yakni Rumah Sakit Mitra Jambi, RSUD Raden Mattaher Jambi, dan RSJD Kol. H. M. Syukur.

Plt. Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Jambi, dr. Dewi Juli Arta, turut mengimbau kepada jemaah, diantaranya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, menjaga pola makan bergizi, serta rutin berolahraga ringan seperti berjalan kaki. Hal ini penting untuk menjaga kebugaran tubuh menghadapi aktivitas ibadah yang cukup menguras tenaga.
“Pesan untuk jemaah, jadi sebelum masuk ke asrama haji, tetap mempersiapkan diri, tetap mempersiapkan kesehatan dengan sebaik-baiknya. Apabila membawa obat-obatan, terutama untuk jemaah yang ada penyakit kronis, jangan lupa obatnya dibawa selama masa ibadah, yaitu kurang lebih 40 hari. Tetap rajin konsultasi ke tenaga kesehatan di KLOTER masing-masing. Apabila ada masalah, supaya bisa diatasi. Kalau memang ada keluhan-keluhan yang kecil, supaya tidak tambah,” imbaunya.
dr. Dewi Juli Arta juga mengingatkan agar jemaah mulai membiasakan diri dengan pola hidup sehat, termasuk menjaga asupan cairan tubuh dan menghindari aktivitas yang tidak perlu agar tidak kelelahan. Persiapan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan risiko gangguan kesehatan saat berada di lingkungan dengan suhu tinggi di Arab Saudi.
“Dan juga tetap jaga kesehatan selama melaksanakan ibadah, cukup teratur makan, banyak minum air putih, karena memang panas disana (Arab Saudi), dan juga jangan lupa cukup istirahat,” ujarnya.
Dengan persiapan yang matang dalam hal menjaga kesehatan dan keselamatan, seluruh jemaah calon haji asal Provinsi Jambi diharap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, sehat, serta kembali ke Tanah Air dengan selamat dan meraih predikat haji mabrur.

Seorang jemaah KLOTER BTH 13 asal Kota Jambi, Hustarna Muhammad Zaki, mengaku telah dari jauh-jauh hari mempersiapkan kesehatan fisik seperti membiasakan berjalan kaki dan melakukan olahraga renang. Ia mengaku telah menyiapkan berbagai kebutuhan pribadi, termasuk asupan yang biasa digunakan untuk menjaga kesehatan selama di Tanah Suci.
“Saya biasa karena sehari-hari juga madu gitu, jadi kalau pergi (ibadah haji) otomatis wajib bawa madu dan stoknya agak banyak. Tapi kalau misalnya flu, saya biasa pakai bawang merah itu dicincang terus sembuh. Jadi saya bawa bawang merah saya sudah izin ke ustadnya (pembimbing KBIHU),” ungkapnya.

Sementara itu, jemaah KLOTER BTH 13 lainnya yang merupakan purnawirawan atau pensiunan POLRI, Ahmad Bestari Yusuf, mengatakan bahwa untuk memastikan kondisi tubuh tetap sehat dan prima, ia secara konsisten melakukan berbagai upaya menjaga kebugaran sebagai persiapan menghadapi ibadah haji.
“Karena ini adalah ibadah yang banyak menggunakan fisik, kita melaksanakan kebugaran setiap pagi ataupun sore. Kita melaksanakan jogging untuk mempersiapkan fisik kita yang maksimal,” ujarnya.

Petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) KLOTER BTH 13, Muhammad Andika Dwi Putra, menyampaikan harapan besarnya terhadap kondisi kesehatan seluruh jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Harapan kami, haji mabrur untuk semua jemaah. Karena haji itu kan bagi yang mampu, tidak hanya mampu secara finansial, tapi mampu secara fisik dan rohani. Kami sangat konsern terhadap jemaah-jemaah LANSIA sudah sepuh, kami harapkan mereka bisa menikmati ibadah dengan khusyuk, dengan kemampuan kami yang ada dan tidak ada yang jatuh sakit disana (Tanah Suci). Pergi sama-sama, pulang pun sama-sama, tidak ada yang tertinggal,” harapnya. (Iz)
