Kabut Asap di Jambi Masih Jadi Ancaman, Keterbatasan Air Hambat Pemadaman KARHUTLA

sekitarjambi.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) masih menjadi perhatian di Provinsi Jambi. Upaya pemadaman terus dilakukan, tetapi keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi petugas di lapangan.
Kepala Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Bukit Tempurung, Sandi Prabowo, mengungkapkan bahwa ketersediaan air menjadi kendala dalam proses pemadaman kebakaran.
“Ketersediaan air yang tidak mencukupi di semua lokasi kebakaran, menjadi kendala utama,” ujar Sandi Prabowo.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan KARHUTLA membutuhkan dukungan peralatan, personel, dan sumber air yang memadai agar api dapat dikendalikan secara efektif. Dalam penanganan KARHUTLA di Provinsi Jambi, sebanyak 92 personel Manggala Agni dilaporkan dikerahkan bersama peralatan pendukung. Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian penanganan meliputi Taman Hutan Raya (TAHURA) Orang Kayo Hitam dan wilayah Labuhan Pering. Upaya pemadaman di kawasan tersebut memerlukan koordinasi yang baik, terutama ketika akses menuju titik kebakaran dan ketersediaan air menjadi hambatan.
Di tengah kondisi kabut asap, aktivitas masyarakat di Kota Jambi juga menjadi sorotan. Warga masih terlihat melakukan olahraga di kawasan Car Free Day (CFD) Kantor Gubernur Jambi pada Minggu (18/10/2026). Namun, aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk perlu dilakukan dengan mempertimbangkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Edi Purwanto, turut menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan KARHUTLA. Ia mengajak pemerintah daerah bersama unsur TNI, POLRI, dan instansi terkait mengonsolidasikan sumber daya yang tersedia agar upaya penanggulangan kebakaran dapat berjalan lebih optimal.
“Ayo kita dukung Pak Gubernur, Pak DANREM, Pak KAPOLDA, dan Pak KAJATI untuk mengonsolidasikan seluruh kekuatan yang ada guna mempercepat penyelesaian KARHUTLA di Jambi agar udara kita kembali bersih,” ujar Edi Purwanto.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kerja sama antar lembaga, tidak hanya dalam pemadaman api, tetapi juga dalam mencegah munculnya titik kebakaran baru. Sementara itu, informasi prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Jambi juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam memantau perkembangan kondisi lingkungan.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Zen Putri, menyampaikan prakiraan cuaca wilayah Jambi dalam informasi cuaca nasional pada Minggu (18/10/2026).
“Di Pulau Sumatra, Kota Banda Aceh, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung, diprakirakan udara kabur,” ujar Zen Putri.
Meski demikian, prakiraan cuaca tidak dapat menggantikan pengukuran kualitas udara secara langsung, sehingga data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terbaru tetap diperlukan untuk mengetahui tingkat pencemaran. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara tidak sehat. Penggunaan masker yang sesuai, menjaga kondisi tubuh, serta segera mencari pertolongan medis ketika mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan merupakan langkah yang perlu diperhatikan selama kabut asap masih mengganggu.
Penanganan KARHUTLA di Provinsi Jambi membutuhkan langkah berkelanjutan, mulai dari pemadaman di lokasi terdampak hingga pencegahan kebakaran baru. Ketersediaan air, kesiapan personel, koordinasi lintas instansi, serta pemantauan kualitas udara menjadi faktor penting untuk mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. (K)
