Kabut Asap Melanda Kota Jambi, Emak-Emak Curhat Anak Daring Bikin “Kepala Ikut Berasap”

sekitarjambi.com – Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi tidak hanya berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat. Kebijakan pembelajaran daring yang diterapkan Pemerintah Kota Jambi akibat memburuknya kualitas udara, kini juga memunculkan cerita tersendiri di kalangan para orangtua.
Sejumlah emak-emak di Kota Jambi pun ramai-ramai mengunggah keluh kesah hingga guyonan di media sosial TikTok, setelah anak-anak mereka harus kembali mengikuti kegiatan belajar dari rumah. Seperti yang diunggah akun TikTok Aninafwashop, seorang ibu tampak mendampingi anaknya yang sedang belajar secara daring. Dalam video tersebut tertulis, “POV: Ketika musim asap, belajar daring dari rumah.”
Unggahan tersebut kemudian menuai beragam komentar terutama para ibu yang mengaku ikut merasakan mendampingi anak belajar daring di rumah.
“Gimana ibu-ibu, apakah masih pada bisa scroll-scroll TikTok? Anak-anaknya sedang daring,” tulis salah seorang warganet dalam kolom komentar, dikutip pada Kamis (27/8/2026).
“Gara-gara asap, ya bund, daring dari rumah. Aku ikut berasap ngajarin anak dari rumah,” tulis warganet lainnya.
Sementara itu, unggahan akun TikTok Shinta puspa.dewi juga menggambarkan kondisi serupa. Dalam videonya tertulis, “POV: Emak-emak di Jambi, anak pergi sekolah banyak asap, anak di rumah kepala emak juga berasap.”
Dalam keterangan videonya, akun tersebut juga berharap hujan segera turun untuk mengurangi kabut asap yang semakin pekat. Fenomena ini menjadi gambaran dampak kabut asap yang kini dirasakan langsung oleh masyarakat. Bukan hanya anak-anak yang harus beradaptasi dengan sistem pembelajaran daring, para orangtua pun kembali mendapat peran tambahan untuk mendampingi proses belajar dari rumah.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Jambi telah mengalihkan kegiatan belajar mengajar tingkat pendidikan usia PAUD hingga Sekolah Dasar (SD) kelas 3 (tiga) dari tatap muka menjadi pembelajaran daring menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik. Pemerintah Kota Jambi menegaskan pembelajaran dari rumah bukan berarti libur, karena proses belajar mengajar tetap berlangsung secara daring dengan pendampingan guru dan pengawasan orangtua.
Kondisi inilah yang kemudian membuat tidak sedikit emak-emak di Kota Jambi merasa mendapat tambahan beban dengan menjadi guru dadakan di rumah. Meski dibalut dengan candaan di media sosial, keluhan tersebut mencerminkan bagaimana kabut asap telah mengubah rutinitas keluarga, terutama bagi orangtua yang harus membagi waktu antara pekerjaan, urusan rumah, dan mendampingi anak belajar. (Iz)
