4.631 Hotspot Terdeteksi di Provinsi Jambi, Kabupaten Muaro Jambi Tercatat Miliki KARHUTLA Terluas

sekitarjambi.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 4.631 titik panas atau hotspot tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi sepanjang Januari hingga 25 Agustus 2026. Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Sarolangun menjadi daerah dengan jumlah sebaran titik panas terbanyak selama periode tersebut. Sementara itu, perkembangan terbaru pada Rabu (26/8/2026), kembali terdeteksi sebanyak 219 titik panas di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bahyuni Deliansyah, mengatakan bahwa dari total titik panas yang terdeteksi tersebut, sebagian telah dipastikan berasal dari aktivitas industri.
“Terdapat 10 titik hotspot yang berasal dari aktivitas sumur minyak dan dua titik hotspot dari aktivitas Jadestone. Semuanya sudah terverifikasi oleh BMKG,” ujar Bahyuni.
Selain tingginya jumlah titik panas, BPBD Provinsi Jambi juga mencatat luas lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) sejak awal tahun terus bertambah. Berdasarkan data hingga 19 Agustus 2026, total luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi mencapai 658,29 hektare. Kabupaten Muaro Jambi tercatat sebagai daerah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni mencapai 264,78 hektare.
“Terbanyak di Muaro Jambi 264,78 hektare,” ujar Bahyuni.
Selain itu, luas lahan terbakar di Kabupaten Sarolangun mencapai 143,61 hektare, Kabupaten Batang Hari 95,53 hektare, Kabupaten Tanjung Jabung Barat 58,1 hektare, Kabupaten Tebo 39,26 hektare, Kabupaten Tanjung Jabung Timur 32,71 hektare, Kabupaten Bungo 14 hektare, dan Kabupaten Merangin 10,3 hektare. Secara keseluruhan, luas lahan yang terbakar akibat KARHUTLA di Provinsi Jambi mencapai 658,29 hektare.
“Total luas lahan terbakar 658,29 hektare,” ujar Bahyuni.
Saat ini, Pemerintah Daerah bersama BPBD, TNI, POLRI, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya terus melakukan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah. Upaya pemadaman dan pendinginan masih dilakukan untuk mencegah api kembali membesar maupun meluas ke kawasan lain. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko terjadinya KARHUTLA di Provinsi Jambi. (Iz)
