Program MBG Dihentikan Selama Libur Sekolah, Seluruh Dapur SPPG Bakal Diaudit

sekitarjambi.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Kebijakan ini diambil untuk melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan program, termasuk audit terhadap seluruh dapur penyedia makanan bergizi gratis.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan bahwa momentum libur sekolah akan dimanfaatkan untuk memperbaiki berbagai aspek pelaksanaan program agar lebih optimal saat siswa kembali masuk sekolah.
“Kami akan stop semua, kami akan audit semua dapur, sehingga nanti mudah-mudahan ketika anak-anak sudah masuk sekolah, kondisi di lapangan sudah lebih baik, lebih rapi,” ujar Agustina dikutip pada Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, penghentian sementara tersebut hanya berlaku selama masa libur sekolah. Selama periode tersebut, BGN akan melakukan audit terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, sekaligus menata ulang tata kelola program.
Selain mengevaluasi kualitas dapur, BGN juga akan melakukan transformasi pada aspek sumber daya manusia (SDM), tata kelola, hingga sistem pendataan penerima manfaat. Langkah tersebut dinilai penting agar program dapat berjalan lebih tepat sasaran dan efektif.
Agustina menegaskan bahwa data yang akurat menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan. Karena itu, BGN juga akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga yang memiliki basis data penerima manfaat guna menyempurnakan sistem pendataan.
“Kami akan melakukan transformasi, mulai dari SDM, tata kelola, hingga data. Tidak mungkin kita membuat kebijakan tanpa data yang jelas,” ujarnya.
Di sisi lain, BGN juga tengah melakukan penajaman sasaran penerima manfaat atau refocusing program MBG. Kebijakan tersebut dilakukan agar intervensi gizi lebih difokuskan kepada kelompok yang paling membutuhkan, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara.
Agustina menambahkan bahwa fokus utama BGN saat ini adalah memastikan penerima manfaat program benar-benar sesuai target. Sementara penataan dapur dan aspek pendukung lainnya akan dilakukan sebagai bagian dari proses pembenahan menyeluruh.
“Kita bicaranya penerima manfaat dulu, baru dampaknya ada dapur dan sebagainya. Kita akan tata ulang,” tegasnya.
BGN berharap setelah proses audit dan evaluasi selesai dilakukan selama masa libur sekolah, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih tertata, transparan, dan tepat sasaran ketika kegiatan belajar mengajar kembali dimulai. (Iz)
