“Yuk Pahami Fitur Keamanan di Berbagai Aplikasi Media Sosial” Jadi Tema Webinar Literasi Digital Kota Jambi

sekitarjambi.com – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kota Jambi terus bergulir. Pada Jumat, 30 Juli 2021 mulai pukul 14.00 WIB, dilangsungkan webinar bertajuk “Yuk Pahami Fitur Keamanan di Berbagai Aplikasi Media Sosial”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini, bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif untuk mengidentifikasi hoaks, serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pada webinar yang sukses dihadiri 71 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber berkompeten dalam bidangnya, yakni Irfan Shopan Himawan S.E., Ak., M.M. selaku Dosen dan Akademis, Anwar Fattah S.T., M.T. selaku Dosen dan Cyber Security Officer IT PHKT, Herri Novealdi, S.H., M.H. selaku Dosen UIN & Trainer Cek Fakta/Hoax Busting and Digital Hygiene, dan Muhammad Ikhsan, M.Kom. selaku Owner Dophinjambi.com, Dripkowo.id & IT Consultant Sanoo.co.id. Pegiat media sosial yang juga sebagai Jurnalis dan Presenter “Apa Kabar Indonesia Pagi” TvOne, MC/Moderator, Trainer market place, @amaratih bertindak sebagai Key Opinion Leader dan memberikan pengalamannya.

Pada sesi pertama, Irfan Shopan Himawan mengatakan, saat ini manusia berada pada zaman overload informasi.

“Perubahan terus terjadi, bagaimana kita menggunakan situs-situs social networking, apakah buat senang-senang saja?,” ujarnya.

Sebagai pembicara kedua, Anwar Fattah menuturkan, di era Digital saat ini setiap individu harus mengetahui apa saja fitur proteksi perangkat digital, bagaimana perilaku aman dalam bermedia social, dan bagaimana mendaftarkan hak cipta.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Herri Novealdi menjelaskan, saat ini kita berada pada dunia teknologi dan internet secara signifikan membentuk cara kita berinteraksi, berperilaku, berpikir, dan berkomunikasi sebagai manusia dalam lingkungan masyarakat.

Pembicara keempat, Muhammad Ikhsan menegaskan, era digital hadir untuk menggantikan beberapa teknologi masa lalu agar jadi lebih praktis dan modern.

“Digital Skills jadi kunci utama kemajuan indonesia pada 2045, pandemi Covid-19 telah memperbesar pentingnya keterampilan digital.” ujarnya.

@amaratih sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini menuturkan, dengan ketidak mengertian individu akan literasi digital, akhirnya menjadi korban cyber bullying, pelecehan seksual, dan lain-lain.

“Jadi buatlah diri kita pintar mengenai literasi digital dan menggunakan media sosial tetap aman dan nyaman,” ujarnya.

Pada webinar kali ini, para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan. Terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber.

Arya, salah satu peserta menanyakan “Di zaman sekarang ini banyak sekali informasi yang bisa dikatakan hoax dan dengan cepat bisa tersebar di media sosial, bagaimana cara kita untuk menyikapi hal tersebut , dan hal apa yang harus kita lakukan ketika menemukan kejadian seperti itu?”. Pertanyaan berikutnya hadir dari peserta bernama Rizki Ananda, yang menanyakan “Ketika kita sudah yakin dengan password yang kita miliki sangat kuat apakah tetap ada kemungkinan akan dapat diretas jika tidak diperbarui dalam periode tertentu?”. Pertanyaan berikutnya diajukan oleh Hidayat, “Bagaimana dalam dunia digital, banyak sekali budaya baru yang kadang bertentangan dengan budaya kita orang Indonesia (Sumatera), bagaimana cara agar budaya (yang negatif, seperti gaya berpakaian, gaya bicara dll)) tersebut tidak memengaruhi kehidupan atau budaya yang sudah kita pegang teguh sejak lahir ?”, dan pertanyaan juga hadir dari Ade Novia Maulana, “Mana yang lebih baik untuk mendapatkan digital skill pada masa sekarang ini, apakah dari pendidikan formal atau otodidak? alasannya?”.

Diketahui, webinar ini merupakan kegiatan kedua belas dari 37 kali webinar yang akan diselenggarakan di Kota Jambi. (Tim)

Bagikan