Waspada Penularan Flu Singapura Saat Libur Lebaran 2024

sekitarjambi.com –  Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) belakangan ini tengah marak terjadi di Indonesia. Penyakit ini disebabkan karena infeksi yang menimbulkan bercak di bagian tangan, kaki, hingga rongga mulut. Flu Singapura didominasi terjadi pada anak-anak di bawah usia 10 tahun terutama lebih sering pada anak-anak berusia 5 tahunan.

Biasanya, tanda awal munculnya penyakit Flu Singapura disertai dengan demam selama 3-4 hari, disertai munculnya luka kemerahan di bagian mulut, kaki, dan tangan. Beberapa kasus bahkan menemukan luka di bagian lutut, siku, bokong, dan selangkangan. 

Mengingat saat ini Indonesia sedang dalam masa mudik libur lebaran 2024, Kementerian Kesehatan (KEMENKES) RI mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penularan penyakit Flu Singapura. Terlebih, penyakit ini memiliki kecepatan penularan yang tinggi meski jarang menyebabkan sakit berat.

“Pergerakan manusia selama perjalanan mudik berpotensi mempercepat penyebaran, terutama di kalangan bayi dan balita,” ujar Juru Bicara KEMENKES RI, dr. M Syahril, dikutip Jumat (12/4/2024).

KEMENKES RI mengungkap, hampir 6.500 kasus Flu Singapura hingga awal April 2024 tercatat di Indonesia. Sebagian besar kasus terjadi pada usia anak dan sebagian lainnya pada orang dewasa. Kasus Flu Singapura ini didominasi terjadi di Pulau Jawa, diantaranya Jawa Barat (2.119), disusul Banten (1.171), DI Yogyakarta (561), dan Jawa Tengah (464).

Terutama di momen liburan ini, anak-anak pasti akan lebih banyak berkegiatan di luar rumah, silaturahmi ke tempat saudara, bahkan berkunjung ke tempat wisata. Oleh sebab itu, penyebaran Flu Singapura diprediksi akan semakin meningkat. (Iz)

Bagikan