DAERAH

Tenggelam Saat Mandi di Sungai Batanghari, Bocah 11 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia

sekitarjambi.com – Musibah tenggelam di aliran sungai kembali merenggut korban jiwa di wilayah Provinsi Jambi. Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun bernama Akbar dilaporkan hilang terseret arus deras dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim pencarian dan pertolongan gabungan di aliran Sungai Batanghari, Desa Rantau Kapas Mudo, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Korban yang sebelumnya dikabarkan hanyut saat beraktivitas mandi bersama rekan-rekannya di tepi sungai pada Kamis, 15 Oktober 2026 sore, ditemukan mengapung sekitar 1,5 kilometer dari Lokasi Kejadian Utama (TKP) setelah menjalani proses pencarian intensif selama kurang lebih 27 jam. Berdasarkan laporan resmi penanganan evakuasi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Pos SAR Jambi, jenazah korban langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga di rumah duka untuk segera dimakamkan.

Peristiwa tragis yang menyelimuti duka warga Desa Rantau Kapas Mudo ini bermula dari laporan musibah sungai pada Kamis, 15 Oktober 2026. Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan yang melibatkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari, Kepolisian Sektor (POLSEK) Muara Tembesi, serta warga setempat secara resmi ditutup pada Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 12.55 WIB usai jasad korban berhasil dievakuasi.

Humas Kantor SAR Jambi, Lutfi Mulyawan, dalam keterangannya pada Jumat, 16 Oktober 2026, membenarkan penemuan jasad korban tenggelam di Sungai Batanghari tersebut. Ia menjelaskan kronologi detik-detik korban terbawa pusaran air sungai saat bermain bersama teman-temannya di tepi sungai.

“Sore itu korban lagi mandi-mandi sama kawan-kawannya di pinggir sungai, tapi tiba-tiba hanyut terbawa arus,” ujar Lutfi Mulyawan.

Lutfi Mulyawan pada kesempatan yang sama menuturkan bahwa tim penyelamat melakukan penyisiran intensif menggunakan perahu karet di sepanjang aliran sungai. Pihaknya memastikan jasad korban berhasil ditemukan mengapung dan langsung dievakuasi menuju rumah duka.

“Tim SAR gabungan nemuin korban dalam keadaan meninggal dunia sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal dia hilang,” tegas Lutfi Mulyawan.

Sementara itu, Komandan Tim Lapangan BASARNAS Jambi, Ujang Supriadi, pada Jumat, 16 Oktober 2026, menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan bersama warga dan aparat setempat. Pihaknya mengimbau masyarakat sekitar aliran sungai untuk selalu mengawasi anak-anak mereka agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Alhamdulillah korban udah ketemu sama tim gabungan, langsung kita bawa ke rumah duka buat diserahin ke keluarga,” ujar Ujang Supriadi.

Ujang Supriadi turut menuturkan bahwa dengan ditemukannya jasad korban, maka seluruh rangkaian operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh unsur penolong yang terlibat di lapangan dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

“Berhubung korban udah ketemu, operasi SAR kita tutup dan semua personel balik ke satuan masing-masing,” tambah Ujang Supriadi.

Atas musibah tenggelamnya korban pada Kamis, 15 Oktober 2026 hingga ditemukan meninggal dunia pada Jumat, 16 Oktober 2026, Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Batanghari beserta jajaran Kepolisian Resor (POLRES) Batanghari mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan potensi bahaya arus sungai. Pengawasan ketat terhadap anak-anak yang beraktivitas di tepian air menjadi kunci penting guna mencegah berulangnya tragedi serupa di wilayah Provinsi Jambi. (K)