SKK Migas – PetroChina Resmikan Proyek WB NAG Compression and Condensate Pumping System

sekitarjambi.com – Jakarta, SKK Migas meresmikan proyek West Betara (WB) Non Associated Gas (NAG) Compression and Condensate Pumping System, untuk mempertahankan produksi migas di Blok Jabung, Jambi.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wirato, pada Kamis 26 Agustus 2021, meresmikan proyek ini secara virtual, dengan disaksikan oleh General Manager Jabung, Wang Qilin.

“Proyek WB NAG Compression and Condensate Pumping System merupakan salah satu aktivitas penting di industri hulu migas yang berhasil diselesaikan di tengah pandemi Covid-19,” ujar Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno, dalam siaran pers yang diterima Minggu, 29 Agustus 2021.

PetroChina International Jabung Ltd. selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas menyelesaikan proyek WB NAG Compression and Condensate Pumping System, untuk menjaga aliran gas dari Lapangan West Betara (WB) dan South Betara (SB).

“Dengan komunikasi dan koordinasi yang kuat, kepatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan, mitigasi risiko Covid-19 yang baik, dan kerja keras dari seluruh pihak. Proyek ini dapat selesai dengan sukses dan aman,” ujar Julius.

Ke depan, SKK Migas akan terus mendorong penyelesaian proyek hulu migas yang lainnya. Pihaknya optimis, meskipun masih ada kendala pandemi, target 12 proyek on stream di tahun 2021 akan dapat direalisasikan. Keberhasilan penyelesaian seluruh target proyek di 2021 akan memberikan dukungan bagi pencapaian target produksi 1 juta BOPD dan 12 BSCFD di tahun 2030.

Lebih lanjut, Julius menuturkan, terus berlanjutnya proyek hulu migas di tengah pandemi Covid-19 memberikan dampak positif dalam mendukung program pemerintah memulihkan ekonomi, menggerakkan perekonomian, dan penyerapan tenaga kerja di sekitar proyek.

Proyek WB NAG Compression and Condensate Pumping System yang berhasil on stream pada 18 Agustus 2021 dan melalui tahapan monitoring performance selama 2×24 jam/unit, sehingga tahapan commissioning dan start up proyek ini telah selesai pada 22 Agustus 2021. Waktu on steam proyek menjadi lebih lambat satu bulan dari target, yaitu 12 Juli 2021 karena adanya pembatasan mobilitas terkait PPKM.

Sementara itu, General Manager Jabung, Wang Qilin mengatakan, penyelesaian Fasilitas WB NAG Compression and Condensate Pumping System ini penting dalam upaya menjaga pasokan gas dari lapangan WB dan SB, serta melanjutkan program PCJL yang telah disetujui untuk put on production (POP) empat sumur gas dari formasi Baturaja dengan target sebesar 7,5 MMSCFD.

Selanjutnya, pencapaian kapasitas produksi sebesar 30.5 MMSCFD yang ditandai dengan pengaliran gas menggunakan kompresor gas dari proyek WB NAG Compression and Condensate Pumping System pada 22 Agustus 2021, merupakan pemenuhan komitmen untuk menjaga pengiriman aliran gas dari Lapangan WB dan SB melalui pemipaan West Betara – Central Processing Station (SWB-CPS) menuju ke CPS, untuk diproses lebih lanjut untuk menghasilkan sales gas.

“Pencapaian Proyek WB NAG Compression and Condensate Pumping System di wilayah kerja PCJL tidak lepas dari dukungan penuh dari para pemangku kepentingan, seperti Ditjen Migas-ESDM, SKK Migas, serta seluruh instansi dan pihak terkait,” ujarnya.

Dengan keberhasilan ini, Project WB NAG Compression and Condensate Pumping System diharap berkontribusi memaksimalkan produksi gas dari Lapangan WB dan SB, sehingga dapat menjaga produksi gas sebesar 30 MMSCFD.

“PCJL akan terus melakukan inovasi, efisiensi, dan pemanfaatan pengelolaan aspek manajemen pengelolaan proyek, kompetensi sumber daya manusia, dan keteknikan dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja dalam pemenuhan target-target penyelesaian Proyek Hulu Migas,” ujarnya.

Pada acara ini, hadir beberapa pejabat SKK Migas termasuk Manajer Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas, Ardinsyah, Vice President Management Representative, Maria Sondang, dan Kepala Departemen Manajemen Proyek, Noezran Azwar.

Sementara, dari pihak PetroChina Jabung, diwakili oleh Vice President (VP) Supply Chain Management (SCM), Gusminar, Sr. Development Manager, Budi Tyas Utomo, Project Manager, Slamet Supriyanta, dan tim dari Project Department. (Ut)

Bagikan
error: