SKK Migas Bersama POLDA Metro Jaya Lakukan Sinergi Penguatan Pengamanan Guna Mendukung Kelancaran Operasional Industri Hulu Migas

sekitarjambi.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (POLDA Metro Jaya) melakukan Analisis dan Evaluasi (ANEV) serta Adendum Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 14 – 15 Januari 2026, bertempat di Hotel Aston Sentul, Bogor.
Hadir dalam kegiatan ini yakni Koordinator Sekuriti Wilayah I Departemen Sekuriti SKK Migas Nugraha Kodiyat beserta jajaran, KABAGKERMA ROOPS POLDA Metro Jaya Kombes Pol. Ananto Herlambang, S.I.K., M.M. beserta jajaran, dan Manager Sekuriti Pertamina EP Regional 2 Mufti Fahmi beserta jajaran dari PHE ONWJ Zona 5, PHE OSES Zona 6, Pertamina EP Zona 7, hingga Pertamina EP Field Tambun dan OGT.

Manager Sekuriti Pertamina EP Regional 2, Mufti Fahmi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada POLDA Metro Jaya atas sinergi pengamanan dari POLDA Metro Jaya dalam mendukung kelancaran operasional hulu migas.
“Alhamdulillah support dari POLDA Metro Jaya pengamanannya Alhamdulillah saat ini berjalan lancar,” tuturnya.

Sementara itu, POLDA Metro Jaya melalui KABAGKERMA ROOPS, Kombes Pol. Ananto Herlambang, S.I.K., M.M., menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan objek vital nasional, khususnya sektor energi.
“Analisis dan evaluasi perjanjian kerja sama ini adalah sebagai tolak ukur efektivitas dan manfaat dari kerja sama SKK Migas dan POLDA Metro Jaya dalam penanganan serta penanggapan hukum objek vital nasional minyak dan gas bumi Kontraktor Kontrak Kerja Sama di wilayah hukum POLDA Metro Jaya,” terangnya.
“Tujuan ANEV ini serta pembuatan Adendum agar dapat mengukur terlaksananya kerja sama, menjamin keberhasilan di kemudian hari, sehingga pelaksanaan kedinasan dari kami dapat mendukung hasil baik dari apa yang sudah kita targetkan,” ujarnya.

Selanjutnya, Koordinator Sekuriti Wilayah I Departemen Sekuriti SKK Migas, Nugraha Kodiyat, secara resmi membuka kegiatan rapat sekaligus menyampaikan arah dan tujuan pelaksanaan analisis, evaluasi, serta penyusunan adendum PKS agar semakin adaptif terhadap dinamika di lapangan.
“Kami mohon kepada teman-teman KKKS dan juga dari POLDA Metro Jaya, apapun atau kejadian yang ada di lapangan kita terbuka saja. Masukan terhadap kami seperti apa, untuk perbaikan ke depan, dan juga masukan dari teman-teman KKKS untuk POLDA Metro Jaya terbuka kira-kira apa yang menjadi bahan perbaikan ke depan sama-sama kita perbaiki. Semoga kerja sama ini menjadi amal ibadah buat kita juga dan untuk perbaikan modal kerja sama ke depan,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, POLDA Metro Jaya menjadi pemapar pertama yang menyampaikan evaluasi pelaksanaan kerja sama pengamanan kepada seluruh KKKS. Selanjutnya, paparan disampaikan oleh perwakilan KKKS, mulai dari Pertamina EP Zona 5, Pertamina EP Zona 6, hingga Pertamina EP Zona 7.
Diskusi interaktif yang dipandu oleh Departemen Sekuriti SKK Migas menjadi ruang strategis bagi peserta untuk menyampaikan masukan, pengalaman lapangan, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengamanan wilayah kerja masing-masing. Melalui forum ini, para pihak tidak hanya melakukan evaluasi menyeluruh, tetapi juga merumuskan langkah strategis melalui penyusunan adendum sebagai upaya penguatan kerja sama ke depan.

Kegiatan diakhiri dengan perumusan hasil evaluasi dan penguatan komitmen atas kerja sama yang telah dibahas sebelumnya. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi diskusi lanjutan yang dipandu oleh Departemen Sekuriti SKK Migas. Dalam sesi ini, para peserta melakukan pendalaman terhadap berbagai masukan, rekomendasi, serta poin-poin strategis yang muncul dari paparan dan diskusi hari pertama, guna memastikan keselarasan pandangan antar seluruh pihak.
Setelah itu, seluruh peserta mengikuti pembahasan risalah rapat sebagai bagian penting dalam merangkum hasil analisis dan evaluasi secara komprehensif. Melalui kegiatan ini, SKK Migas, POLDA Metro Jaya, dan KKKS berharap kerja sama pengamanan hulu migas dapat semakin solid, terukur, dan berkelanjutan, guna mendukung kelancaran operasional sekaligus menjaga aset strategis negara. (Iz)
