JAMBINEWS

KARU dan KAROM KLOTER Provinsi Jambi Bangga Ambil Bagian Layani Jemaah Haji

sekitarjambi.com – Menjadi Ketua Regu (KARU) dan Ketua Rombongan (KAROM) bukan hanya soal tanggung jawab, tetapi juga suatu kehormatan. Inilah yang dirasakan para KARU dan KAROM asal Provinsi Jambi, salah satunya yang tergabung dalam Kelompok Terbang (KLOTER) BTH 18. Selain tetap menjalankan ibadah secara mandiri, mereka mengaku bangga diberi amanah untuk turut melayani sesama jemaah dalam proses penyelenggaraan ibadah haji.

Sebagai informasi, KARU dan KAROM merupakan jemaah yang juga diamanahkan oleh Petugas KLOTER untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan jemaah haji. Dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, mereka bekerja sama untuk memastikan bahwa jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan aman. Keduanya memiliki peran krusial dalam membantu jemaah, terutama dalam koordinasi, bimbingan, dan pelayanan selama di Tanah Suci.

Dalam satu Regu beranggotakan minimal 8 jemaah dan maksimal 11 jemaah, sedangkan dalam satu Rombongan beranggotakan minimal 38 jemaah dan maksimal 42 jemaah. Rata-rata dalam satu Rombongan terdiri dari 4 Regu. Pada KLOTER BTH 18, terdapat 44 Regu dan 11 Rombongan.

Sebagai KAROM 4 pada KLOTER BTH 18, Herman Haris Idris Abdullah, mengungkapkan rasa bangganya bisa beribadah haji di tahun ini. Di sisi lain ia juga bangga dapat melayani jemaah yang dianggap sebagai ladang pahalanya menunaikan ibadah haji. Ia berharap jemaah juga bisa bekerja sama, bisa terus menjaga keselamatan dan kesehatan selama di Tanah Suci.

“Alhamdulillah sangat bangga, kita menunggu lama dan bisa berangkat tahun ini. Alhamdulillah bangga. Harapannya jemaah harus tetap menjaga kesehatan dan menjaga pola hidup yang sehat,” ungkapnya.

Menjadi KARU 14 yang tergabung dalam Rombongan 4 pada KLOTER BTH 18, Zulfiardi Adnan, juga mengungkapkan rasa bangganya. Selain terpanggil untuk menunaikan rukun Islam kelima, ia juga dipercaya untuk bisa melayani jemaah lainnya.

“Sangat bangga sekali. Sangat bangga sekali kita bisa dipanggil untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini, kemudian bisa melayani anggota regu kita,” ungkapnya.

Selanjutnya sebagai KAROM 7 pada KLOTER BTH 18, Pardinal Rusel, menyampaikan bahwa secara umum ia bertanggung jawab mengurus 40 jemaah yang terbagi dalam 4 regu. Ia menyebutkan ada beberapa aktivitas vital yang harus benar-benar diperhatikan pada jemaah, yakni aktivitas ketika berada di Tanah Suci dan pada puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (ARMUZNA).

“Disini ada tugas-tugas tertentu, seperti ketika di Tanah Suci Mekkah, kemudian juga di Arafah maupun di ARMUZNA. Nah ini, tugas dan tanggung jawab KARU dan kami sebagai KAROM itu selalu memantau dan melihat apa-apa saja keluhan dari anggota regu (jemaah). Secara umum saya mengurus 40 anggota jemaah, Kami KARU/KAROM harus bekerja sama melayani para jemaah kami,” tuturnya.

Sebagai KARU 28 yang tergabung dalam Rombongan 7 pada KLOTER BTH 18, Ade Candra Gustia, menyatakan bahwa menjadi KARU bukan hal mudah dan penuh makna. Ia mengaku, sebagai KARU akan sangat bertanggung jawab atas keamanan dan kesehatan para jemaah.

“Untuk tanggung jawab sendiri yang paling utama yakni keamanan dan kesehatan jemaah selama perjalanan dan sampai berangkat dan pulang hajinya nanti,” ujarnya.

Tanggung Jawab ini sangat didukung oleh Kementerian Agama RI, yakni dengan memberikan apresiasi dalam bentuk insentif kepada para KARU dan KAROM. Insentif ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan kerja keras mereka dalam menjaga kelancaran pelaksanaan haji di tingkat regu dan rombongan. Diketahui, insentif ini merupakan anggaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang bersumber dari Nilai Manfaat Jemaah Haji Reguler Tahun 1446 H/2025 M. Nilai insentif yang diterima KARU yakni Rp 1.000.000,- dan insentif yang diterima oleh KAROM yakni Rp 1.500.000,- dimana nilai ini termasuk pajak di dalamnya.

Insentif KARU dan KAROM pada Musim Haji Tahun 1446 H/2025 M di EHA Provinsi Jambi ini diserahkan secara langsung oleh PPIH EHA Provinsi Jambi kepada KARU dan KAROM saat proses layanan satu pintu atau one stop service kedatangan jemaah di Asrama Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Jambi. Dengan adanya insentif tersebut, KARU dan KAROM diharap termotivasi dan bangga dalam melayani jemaah haji. KARU dan KAROM diharap lebih bersemangat dan berkomitmen dalam menjalankan tugasnya, selain harus fokus beribadah untuk dirinya sendiri. (Iz)

Please follow and like us:
Pin Share
Instagram