Akses Jalan Nasional Sitinjau Lauik Sudah Bisa Dilewati

sekitarjambi.com – Pemerintah Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) mengumumkan jalan nasional di Sitinjau Lauik jalur Kota Padang-Solok kembali bisa dilewati kendaraan.

“Alhamdulilah. Senin (13/5/2024) tepatnya Pukul 01:30 WIB, jalur Sitinjau Lauik yang terputus akibat longsor yang terjadi pada Minggu (12/5/2024) sudah bisa dilewati Kembali,” tulis PEMPROV SUMBAR melalui akun IG @pemprov.sumbarofficial, dikutip Senin (13/5/2024).

PEMPROV SUMBAR juga mengucapkan duka cita yang mendalam atas musibah yang terjadi di Sitinjau Lauik.

“Semoga korban yang meninggal dunia ditempatkan di tempat yang terbaik keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran, serta korban yang dirawat segera Pulih,” lanjut akun tersebut.

Selain itu, PEMPROV SUMBAR juga mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada semua pihak yang terlibat dan membantu dalam proses evakuasi dan pembersihan longsoran di Sitinjau Lauik dan kepada masyarakat yang mau berpergian diimbau tetap menjaga kesehatan dan keselamatan.

“Terutama saat melewati jalur-jalur yang rawan terjadi longsoran,” tambah caption tersebut.

Namun diketahui, bencana longsor yang memutuskan akses beberapa ruas jalan di Sumatera Barat (SUMBAR) telah membuat banyak warga Jambi terjebak, sulit untuk pulang.

Mayoritas dari mereka adalah warga Jambi yang sedang berlibur menghabiskan waktu cuti bersama di SUMBAR.

Seorang warga Jambi, Isna, bersama dengan rombongan 15 orang dan tiga unit mobil, terpaksa memutar balik saat hendak pulang melalui jalan Sitinjau Lauik yang terdampak longsor.

Isna dan rombongan kemudian memutuskan untuk menginap lagi semalam di Kota Padang karena hingga Minggu (12/5/24) pukul 21.00 WIB mereka mendapat informasi bahwa jalan Sitinjau Lauik masih belum bisa juga dilewati.

“Baru pagi ini kami berangkat lagi, kita putuskan pulang ke Jambi lewat jalan alternatif lain, yaitu lewat Kerinci, lewat Pesisir Selatan, daripada ambil risiko, infonya jalan alternatif Padang-Bukittinggi juga belum tentu aman, Lembah Anai putus,” ujarnya.

“Perkiraan 20 jam sampai Kota Jambi via Kerinci, dak papolah,” lanjutnya.

Sementara itu, warga Jambi lainnya, Novirano Hamid dan keluarga memutuskan menunda pulang ke Jambi setelah mendapat kabar tentang bencana banjir dan longsor di sekitar Bukittinggi.

“Harusnya kami pulang kemarin (Minggu,12 Mei 2024) tapi karena banyak banjir dimana-mana kita putuskan pulang hari ini (Senin,13 Mei 2024),” ujarnya.

Dari Bukittinggi, Novirano sekeluarga pulang ke Jambi via daerah bernama Koto Baru. (AD)

Bagikan