KABAR HAJI

Pulang ke Tanah Air Dalam Kondisi Bugar, Jemaah Provinsi Jambi Bagikan Tips Berhaji Sehat di Tanah Suci

sekitarjambi.com – Menjalankan ibadah haji bukan hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga kondisi fisik yang prima. Cuaca panas ekstrem, padatnya aktivitas ibadah, hingga perbedaan pola makan, menjadi tantangan yang harus dihadapi seluruh jemaah selama berada di Tanah Suci.

Meski demikian, tidak sedikit jemaah haji asal Provinsi Jambi berhasil menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan kondisi sehat, hingga akhirnya kembali ke Tanah Air dengan kondisi yang tetap bugar. Mereka pun membagikan sejumlah tips sederhana yang dinilai efektif menjaga kesehatan dan stamina selama berada di Arab Saudi.

Salah seorang jemaah KLOTER BTH 23 asal Kabupaten Merangin, H. Mardo Ulhak, mengungkapkan bahwa menurutnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji tidak bisa dilakukan secara instan. Persiapan fisik harus dimulai jauh sebelum keberangkatan, agar tubuh mampu menghadapi padatnya aktivitas ibadah yang menuntut stamina prima dan tetap bugar hingga kepulangan.

“Untuk tips kesehatan, yang jelas mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan ibadah haji terkait fisik, kemudian sering berolahraga, seperti jalan santai pagi hari. Karena ibadah haji merupakan kebanyakan ibadah fisik. Jalan lumayan jauh dari Mina dari tenda untuk ke Jamarat untuk melempar jumrah, itu jauh jalannya dari maktab ke Jamarat, kemudian balik lagi ke maktab. Kemudian untuk pelaksanaan tawafnya juga, keliling, kemudian sa’i. Jadi itu memerlukan fisik yang fit. Jadi harus dipersiapkan,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa menjaga daya tahan tubuh menjadi salah satu kunci agar tetap sehat selama menjalankan ibadah haji di tengah cuaca panas dan padatnya aktivitas di Tanah Suci. Menurutnya, mengonsumsi vitamin dan beristirahat yang cukup sangat membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima.

“Cara menghadapinya yaitu banyak-banyak minum vitamin, kemudian beristirahat kalau tidak ada kegiatan,” ujarnya.

Jemaah lainnya di KLOTER BTH 23 asal Kota Sungai Penuh, H. Suhatril Muhammad Ani, menuturkan bahwa cuaca ekstrem di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri baginya. Karena itu, kemampuan mengatur aktivitas dan waktu istirahat menjadi kunci agar kondisi tubuh tetap prima selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah.

“Ya pandai-pandai kita beristirahat, kemudian kita mengatur jadwal dengan kondisi kebetulan jemaah haji tahun ini kondisi suhunya panas, kisaran dari 44 hingga 47. Jadi mengurangi aktivitas yang langsung bersentuhan dengan matahari. Kemudian kita selalu menggunakan masker dan menggunakan tambahan vitamin,” tuturnya.

Seorang jemaah KLOTER BTH 23 asal Kabupaten Batang Hari, Hj. Nur Afriani Suhaimi Jakfar, mengaku berhasil menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat. Ia mengungkapkan bahwa kunci utamanya adalah disiplin menjaga kesehatan sejak hari pertama berada di Arab Saudi. Kebiasaan sederhana, seperti mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat berada di luar hotel dan memperbanyak minum dan makan tepat waktu.

Selain itu, disiplin mengikuti arahan petugas kesehatan haji menjadi kunci. Setiap keluhan kesehatan sekecil apa pun langsung dikonsultasikan kepada Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

“Tips-tipsnya yaitu kita harus memakai APD, banyak minum sedikit-sedikit (tapi sering), terus mematuhi aturan kesehatan, makan yang banyak,” ujarnya.

Pengalaman selama menjalankan ibadah haji menjadi pelajaran berharga baginya untuk lebih disiplin menjaga kesehatan. Setelah tiba di Tanah Air, ia pun berkomitmen tetap menerapkan pola hidup sehat seperti yang telah dijalani di Tanah Suci.

“Yang dijaga yaitu sepulangnya kita (dari Tanah Suci) harus cuci tangan, setelah kita ketemu sama orang yang datang (tamu silaturahmi ke rumah), terus makanannya yang sehat dengan istirahat yang cukup,” ungkapnya.

Pengalaman menerapkan kedisiplinan dalam menjaga kesehatan dan stamina para jemaah tersebut diharap dapat menjadi inspirasi bagi calon jemaah haji pada musim haji berikutnya. Bahwa keberhasilan menunaikan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kesiapan mental dan spiritual, tetapi juga kemampuan menjaga kesehatan dan stamina selama berada di Tanah Suci. (Iz)