Jadi Pionir Terapkan Digitalisasi One Stop Service, KANWIL KEMENHAJ Provinsi Jambi Optimalkan Kinerja SDM di Embarkasi Haji Antara

sekitarjambi.com – Dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, terobosan terbaru dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi. Pada musim haji tahun ini, inovasi pelayanan bagi Jemaah Calon Haji (JCH) dilakukan di Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Jambi, salah satunya yakni penerapan one stop service berbasis digital.
Proses pelayanan jemaah dilakukan secara terintegrasi dalam satu lokasi yakni di Aula Arafah Asrama EHA Provinsi Jambi, mulai dengan registrasi dan verifikasi data manifest, pemeriksaan kesehatan dan pemberian paket obat oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi, pembagian gelang identitas, living cost, dan kartu Nusuk, serta diakhiri dengan konfirmasi memasuki kamar asrama. Digitalisasi dilakukan dalam one stop service tersebut.
Pemanggilan jemaah telah menggunakan sistem digital melalui layar monitor dan pengeras suara yang menampilkan nomor serta identitas jemaah. Sistem tersebut diterapkan untuk mempermudah alur pelayanan sekaligus memperjelas antrean jemaah yang kini lebih tertib dan terbilang cepat.

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, H. Yan Apriadi, S.Kom., menuturkan bahwa akibat keterbatasan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) lahirlah inovasi dengan tujuan optimalisasi pada one stop service atau pelayanan terpadu satu pintu. Jika sebelumnya pemanggilan jemaah dilakukan oleh pembawa acara, maka kini para jemaah hanya diminta fokus menyaksikan tayangan audio visual melalui layar videotron yang berada di aula asrama dan menantikan nomor urut pemanggilan tiba.
“Kami sudah berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah, saat ini kami belum memiliki SDM yang optimal. Dengan keterbatasan itu, kami mencoba berinovasi, salah satunya ketika prosesi pemberangkatan itu kan ada one stop service atau pelayanan terpadu satu pintu. Di tahun-tahun sebelumnya kami masih menggunakan sumber daya manusia karena begitu banyak, menggunakan MC, menggunakan teman-teman yang biasa di bidang seremonial. Nah, tahun ini karena keterbatasan, kami berinovasi, makanya digitalisasi one stop service,” ujarnya.
Digitalisasi one stop service ini mengatur urutan jemaah berdasarkan manifest, tentu dengan menerapkan prioritas layanan kepada jemaah Lanjut Usia (LANSIA), Disabilitas, dan Perempuan, sesuai dengan tagline pelayanan ibadah haji tahun 2026. Digitalisasi yang dilakukan pada one stop service ini mengacu pada aplikasi yang sebelumnya sukses digunakan pada penyelenggaraan ibadah haji oleh Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi, yakni HARAMAINS yang merupakan pusat data dan informasi, berisi data manifest jemaah secara lengkap.
“Dengan mengklik tombol di dalam aplikasi itu, maka seluruh jemaah berdasarkan prioritas tadi akan dipanggil terlebih dahulu dan diarahkan ke meja-meja layanan,” ujar H. Yan Apriadi, S.Kom.

Diketahui, digitalisasi one stop service merupakan inovasi yang secara perdana dan sukses diterapkan oleh Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi. Melalui digitalisasi one stop service berbasis data dan informasi di aplikasi HARAMAINS, PPIH Provinsi Jambi dinilai efektif memberikan pelayanan kepada para jemaah, mulai dari plotting kamar asrama, penempatan koper kabin, hingga pelayanan jemaah selama di Asrama EHA Provinsi Jambi. Pemanggilan jemaah secara digital dinilai santun, tertib, dan kondusif melalui audio visual yang menenangkan, tanpa harus berdesakan dan khawatir tertinggal maupun tidak dilayani. Pelayanan yang optimal pun tidak terlepas dari peran serta para petugas dalam mendampingi setiap jemaah selama proses one stop service berlangsung.
“Saat ini baru Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi yang sudah menggunakan aplikasi tersebut. Dan untuk mensupport itu, maka kami menggunakan videotron, yang mana visualnya itu bisa lebih kelihatan. Dan audionya pun juga sudah kami siapkan. Sehingga jemaah hanya perlu duduk dan hanya melihat dan mendengar,” ungkap H. Yan Apriadi, S.Kom.
“Dengan adanya aplikasi tersebut kami bisa bekerja lebih cepat. Jadi ya Alhamdulillah dengan ada aplikasi ini, SDM kami lebih optimal di bidang-bidang yang lain. Yang pasti pertama kami melakukan inovasi ini untuk kebutuhan kami di Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi. Harapannya, supaya eh daya-sumber daya manusia itu bisa kita optimalkan untuk bidang-bidang yang lain,” lanjutnya.

Seorang jemaah KLOTER BTH 22 asal Kota Jambi, Dwi Rosfah Ainayya, mengapresiasi penerapan digitalisasi pelayanan di Asrama EHA Provinsi Jambi yang dinilai mempermudah jemaah dalam menerima informasi pelayanan.
“Yang inovasi baru itu (digitalisasi) lebih jelas karena ditampilin di layar, terus juga artikulasinya, soundnya juga bersih, jernih. Jadi tuh kita para jemaah yang walaupun duduknya paling belakang, juga mendapatkan informasi yang lebih jelas. Pengarahannya juga cepat dan semuanya rapi,” ungkapnya.

Selain itu, Jemaah KLOTER BTH 22 asal Kabupaten Kerinci, Dinaliza Utami, menilai digitalisasi yang diterapkan oleh PPIH Provinsi Jambi sangat membantu mempercepat pelayanan, terutama bagi jemaah LANSIA. Dirinya menilai proses pelayanan menjadi lebih teratur sehingga informasi pemanggilan dapat terdengar jelas oleh seluruh jemaah.
“Bagus, karena ini kan memudahkan ya. Apalagi yang LANSIA terdengar. Kalau ini kan udah sistem panggilan kayak di bank, jadi cepat gitu dan lebih maksimal,” tuturnya.
PPIH Provinsi Jambi berharap penerapan sistem one stop service berbasis digital dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji bagi jemaah di Provinsi Jambi. Dengan modal awal pelayanan optimal di Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi, diharap menjadi gambaran kenyamanan jemaah beribadah di Tanah Suci. (Iz)
