KABAR HAJI

Optimalisasi Pelayanan Ramah LANSIA dan Disabilitas, PPIH Provinsi Jambi Gandeng Tenaga Medis Muda

sekitarjambi.com – Komitmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi dalam mewujudkan “Haji Ramah LANSIA, Disabilitas, dan Perempuan” pada musim haji tahun 2026, salah satunya dibuktikan dengan penguatan signifikan pada lini petugas lapangan. Tidak hanya menempatkan pada gedung khusus di Hijir Ismail sebagai Rumah Ramah LANSIA dan Disabilitas, prioritas memastikan jemaah Lanjut Usia (LANSIA) dan Disabilitas mendapatkan perawatan terbaik dilakukan PPIH Provinsi Jambi menggandeng SATGAS LANSIA dan Disabilitas dengan latar belakang pendidikan keperawatan dan kesehatan.

Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah dan Pelayanan Haji Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, H. Majdi, S.Ag., M.Ag., menegaskan bahwa penanganan jemaah LANSIA dan Disabilitas tahun ini dilakukan secara lebih profesional dan terukur yang dibentuk dalam Satuan Tugas (SATGAS). Keterlibatan tenaga ahli keperawatan dan kesehatan menjadi prioritas utama agar standar pelayanan meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

SATGAS LANSIA dan Disabilitas pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 oleh PPIH Provinsi Jambi diperkuat oleh 14 orang mahasiswa/i keperawatan dan kesehatan semester akhir dari Universitas Baiturrahim Jambi, yang memiliki kompetensi di bidang medis. Pemilihan tenaga muda ini didasarkan pada kebutuhan fisik yang kuat serta keahlian dalam menangani kondisi kesehatan LANSIA secara intensif.

“Tidak mungkin jemaah LANSIA ini menjadi bahan percobaan, tapi harus kita laksanakan pelayanan secara profesional. Maka kita sepakat untuk memanggil bantuan teman-teman dari Universitas Baiturrahim Jambi untuk menjadi anggota SATGAS LANSIA ini,” ujar H. Majdi.

Ia menyebutkan bahwa SATGAS LANSIA dan Disabilitas bertugas membantu aktivitas harian jemaah, mulai dari memandikan hingga menjaga kebersihan tempat tidur jemaah yang membutuhkan bantuan khusus. SATGAS LANSIA dan Disabilitas ini tidak hanya berisikan mahasiswa/i, namun juga terdapat petugas berpengalaman dan pernah menjadi pembimbing ibadah haji sebelumnya yang turut mendampingi untuk menularkan pengalaman mereka kepada para anggota SATGAS yang baru.

PPIH Provinsi Jambi berharap seluruh persiapan dan pelayanan yang diberikan dapat membuat jemaah merasa nyaman, aman, serta mendapatkan pendampingan maksimal sejak berada di embarkasi hingga menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Kita berharap apa pun yang kita lakukan ini dengan persiapan dan ikhtiar yang bersama-sama memaksimalkan layanannya, kita berharap jemaah merasa nyaman, merasa terlayani, merasa terlindungi, merasa terbina disini (embarkasi), sampai ke Tanah Suci nanti,” harapnya.

Sementara itu, Ketua SATGAS LANSIA dan Disabilitas, Yusnidar, mengatakan bahwa pihaknya telah membekali para mahasiswa/i dengan kemampuan medis dasar dan pendekatan psikologis agar para jemaah merasa nyaman. Ia juga mengungkapkan fokus pelayanan adalah pendampingan 24 jam, mulai dari urusan kesehatan, mobilitas dengan kursi roda, hingga membantu kebutuhan pribadi jemaah.

“Mereka bisa mengimplementasikan ilmu-ilmu yang mereka dapatkan selama pendidikan di kesehatan. Disini kan sama sajalah ya seperti kerjaan di rumah sakit, hampir-hampir kurang lebih begitulah karena mengurus. Cuma bedanya kalau di rumah sakit kan mereka orang pasien-pasien sakit, kalau disini kan LANSIA,” tuturnya.

“Lebih memahami tentang kesehatan, khususnya LANSIA disini. Baik itu dari segi asuhan keperawatannya, atau cara mereka berkomunikasi dengan LANSIA pun juga bagus. Dia (mahasiswa/i) mengerti dengan kondisi LANSIA, mereka melayani dengan baik,” lanjutnya.

Keterlibatan mahasiswa/i bidang kesehatan dalam SATGAS LANSIA dan Disabilitas memberikan dimensi baru dalam proses pembelajaran mereka, dimana teori yang didapat di bangku perkuliahan kini diterapkan langsung dalam pelayanan nyata kepada jemaah.

Salah seorang mahasiswa, Deri Saputra, mengungkapkan bahwa kesempatan ini menjadi wadah transformasi ilmu dan kontribusinya dalam menyukseskan ibadah haji tahun 2026.

“Dengan kami mengikuti kegiatan ini, kami berkontribusi dalam kegiatan haji ini, kami banyak ilmu dan juga banyak pengalaman-pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Ilmu-ilmu yang belum kami dapatkan dimana-mana, karena kami kebanyakan banyak belajar materi dan disini kami belajar langsung yang namanya memang benar-benar ke pasiennya,” jelasnya.

Seorang mahasiswa lainnya, Bima Pratama, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama bertugas di Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Jambi. Selain dapat menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah, ia juga merasa bersyukur diberi kesempatan melayani para tamu Allah.

“Bersyukur melayani tamu Allah, terus ya Alhamdulillah dapat kesempatan ini, ya mungkin salah satu dapat pengalaman yang baiklah disini. Saya bersyukurlah, Alhamdulillah itu saja,” ungkapnya. (Iz)