Pembangunan JBC Disinyalir Jadi Penyebab Banjir di Kawasan Rumah Warga Sekitar

sekitarjambi.com – Pembangunan superblok dan mall terbesar di Provinsi Jambi yakni Jambi Business Center (JBC), kini menimbulkan sejumlah masalah lingkungan, salah satunya banjir di area sekitar.
Kawasan Simpang Mayang, termasuk RT 10, RT 09, RT 11, RT 08, RT 07, RT 32, RT 03, dan RT 02, Kelurahan Simpang IV Sipin, menjadi langganan banjir saat curah hujan tinggi sejak dibangunnya bangunan tersebut.
Pada Jumat 4 Oktober 2024, banjir dilaporkan mencapai setinggi paha orang dewasa.
Kabid SDA Dinas PUPR Provinsi Jambi, Yaser Arafat, menjelaskan bahwa banjir terjadi karena volume air yang masuk ke wilayah Simpang Mayang melebihi kapasitas saluran drainase yang ada.
“Air yang masuk lebih banyak daripada yang bisa dikeluarkan, sehingga terjadi genangan,” ujarnya pada Selasa (8/10/3024).
Dinas PUPR Provinsi Jambi telah meminta JBC untuk membangun kolam retensi guna menahan limpahan air, namun hingga kini belum ada tindak lanjut. Menurut Yaser, persoalan kolam retensi sudah berlarut-larut selama lebih dari setahun.
Desain kolam sudah diajukan kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI, namun belum ada keputusan terkait izin.
“Jika semua pihak berkomitmen, masalah banjir ini bisa diminimalisir,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menyebut bahwa salah satu penyebab utama banjir adalah belum dibangunnya kolam retensi oleh JBC.
“Kami sudah berulang kali mengingatkan JBC untuk segera membangun kolam retensi, namun belum ada realisasi. Kalau terus membandel kita stop pembangunannya,” ujarnya.
Ia juga mendesak agar Dinas PUPR Kota Jambi dan Provinsi Jambi menganggarkan perbaikan drainase pada tahun 2025, agar permasalahan banjir di wilayah tersebut dapat diatasi.
Ivan menegaskan bahwa JBC wajib memenuhi komitmen Amdal (Analisis Dampak Lingkungan) yang mensyaratkan pembangunan kolam retensi sebelum melanjutkan pembangunan gedung.
“Kolam retensi adalah solusi utama dan semua pihak harus segera bertindak,” tegasnya.
Diharapkan dengan kerja sama antara pemerintah kota, provinsi, dan pihak JBC, permasalahan banjir yang terus berulang dapat segera diatasi untuk kenyamanan masyarakat di sekitar JBC. (Iz)
