MENKES RI Kunjungi Jambi, Enggan Komentari Hasil Investigasi Kematian Dokter Internship dr. Myta Aprilia

sekitarjambi.com – Kunjungan Menteri Kesehatan (MENKES) RI ke Jambi menuai sorotan. Pasalnya, MENKES RI tidak memberi tanggapan terkait hasil investigasi Kementerian Kesehatan (KEMENKES) RI atas kematian dokter internship dr. Myta Aprilia Azmy yang tengah menjadi perhatian publik.
Diketahui, kedatangan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (MENKES RI), Budi Gunadi Sadikin, ke Provinsi Jambi pada Rabu (6/5/2026) berlangsung di tengah polemik kasus meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy, dokter muda yang sedang menjalani program internship di RSUD KH. Daud Arif, Kuala Tungkal. MENKES RI tiba di Kuala Tungkal sekitar pukul 10.30 WIB didampingi Gubernur Jambi Al Haris bersama Bupati Tanjung Jabung Barat. Setelah melakukan kunjungan ke RSUD, mereka langsung menuju Aula Gedung Pola Atas Kantor Bupati Tanjung Jabung Batat.
Di lokasi tersebut MENKES RI melakukan pertemuan dengan para dokter Interenship. Namun dalam kunjungannya tersebut, MENKES RI tidak memberi jawaban saat dimintai keterangan terkait hasil investigasi tim KEMENKES RI atas kasus tersebut. Sikap ini pun memunculkan tanda tanya di kalangan awak media maupun masyarakat yang menantikan kejelasan penyebab kematian dokter muda tersebut.
MENKES RI Budi Gunadi Sadikin hanya mengatakan bahwa hasil pemeriksaan di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal akan disampaikan besok oleh Irjen.
“Besok inspektur jendral akan menyampaikan hasil pemeriksaannya tapi kita juga akan sampaikan hasil audit klinisnya,” ujarnya.
“Besok Irjen akan saya minta menyampaikan hasil investigasi nya secara resmi,” lanjutnya.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI telah menurunkan tim investigasi terpadu untuk mengusut kasus tersebut secara menyeluruh. Investigasi mencakup berbagai aspek, mulai dari pelayanan medis, tata kelola program internship, hingga dugaan beban kerja yang dialami korban. Tim investigasi juga melakukan audit rekam medis, penelusuran riwayat kesehatan, serta mengumpulkan keterangan dari keluarga, rekan sejawat, dan tenaga medis yang terlibat dalam penanganan dr. Myta.
Kasus tersebut menjadi perhatian luas setelah muncul dugaan bahwa dr. Myta mengalami beban kerja berlebih selama menjalani masa internship, bahkan disebut bekerja tanpa hari libur dalam kurun waktu tertentu. Hingga saat ini, publik masih menunggu hasil akhir investigasi tersebut sebagai bentuk transparansi sekaligus evaluasi terhadap sistem pendidikan dan penempatan dokter internship di Indonesia. Kasus kematian dr. Myta Aprilia Azmy tidak hanya menjadi duka bagi dunia medis, tetapi juga menjadi momentum penting untuk membenahi sistem internship dokter agar lebih manusiawi dan sesuai standar keselamatan kerja tenaga kesehatan. (Iz)
