KARHUTLA Melalap Taman Nasional Berbak, Pemadaman Terkendala Akses

sekitarjambi.com – Kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) di Parit 4, Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, meluas hingga masuk ke kawasan Taman Nasional Berbak. Kawasan tersebut terbakar sejak Rabu (26/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026).
Titik lokasi kebakaran tersebut juga hanya berjarak 60-70 kilometer, dengan waktu tempuh berkendara darat 2,5 jam dari Muara Sabak yang merupakan ibu kota Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Informasinya, kebakaran bermula terjadi di luar kawasan taman nasional, sekitar 400 meter dari batas kawasan Taman Nasional Berbak. Namun, kondisi angin yang kencang membuat api meluas hingga masuk ke kawasan Taman Nasional Berbak, tepatnya di Resor Simpang Datuk, SPTN Wilayah I, grid 1.3.2.
Kepala Balai Taman Nasional Berbak Sembilang, Yunaidi, mengatakan bahwa berdasarkan pendataan menggunakan drone, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 13,2 hektare.
“Lokasi kebakaran masih berjarak 400 meter di luar batas kawasan TN Berbak. Karena kondisi angin yang kencang akhirnya meluas sampai ke dalam kawasan TN Berbak,” ujar Yunaidi pada Jumat (28/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa lokasi yang terbakar merupakan lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama. Pemadaman diperkirakan berlangsung sekitar dua hari. Meski gambut di lokasi cukup dalam, Yunaidi menyebut bagian dalam tanah masih dalam kondisi basah. Api lebih banyak membakar lapisan permukaan yang mengering.
“Memang gambutnya dalam, tapi dalamnya masih basah. Hanya permukaan saja yang kering dan mudah terbakar,” ujarnya.
Petugas juga menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman. Selain waktu yang sudah malam, titik api berada cukup jauh ke dalam kawasan taman nasional sehingga keterbatasan peralatan menjadi persoalan. Untuk pemadaman, petugas menggunakan dua unit mesin Max3, 20 unit selang, tiga unit nozzle dan dua unit konektor Y.
Tim selanjutnya menambah personel dan selang buang untuk menjangkau titik api terjauh. Petugas juga mencari akses yang lebih mudah menuju kepala api serta berkoordinasi dengan Satgas Udara untuk dukungan water bombing. Hingga berita ini diterbitkan, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh tim pemadam. (Iz)
