Dicekik Hingga Diancam Dibunuh, Seorang Gadis di Merangin Diperkosa Teman Dekat

sekitarjambi.com – Seorang gadis di bawah umur berinisial YQ (15) menjadi korban pemerkosaan oleh pria berinisial AS (21) yang merupakan teman dekat korban, warga Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin.

Kronologi kejadian diungkap oleh KAPOLRES Merangin, AKBP Ruri Roberto, dimana kejadian tersebut bermula pada Minggu 11 Februari 2024 sekira pukul 16.00 WIB, saat korban hendak pulang ke rumah orangtuanya.

“Saat itu korban hendak pulang dari Sungai Manau menuju Desa Danau, kemudian pelaku yang juga merupakan teman dekat korban berinisiatif akan mengantarkan korban pulang,” ujarnya, Senin (25/3/2024).

Namun bukannya mengantarkan korban pulang ke Desa Danau, korban malah dibawa pelaku menuju Kabupaten Kerinci.

Sesampainya di Kabupaten Kerinci, korban  langsung dibawa ke sebuah kostan oleh pelaku dan setelah itu pelaku langsung mencekik leher korban dengan menggunakan tangan kanan sembari mengancam akan membunuh korban jika korban tidak mau melakukan hubungan badan. 

Merasa nyawanya terancam, korban hanya bisa menangis dan pasrah ketika pelaku berhasil memperkosa korban. Kejadian tersebut terungkap setelah korban menceritakan peristiwa yang dialaminya pada Jumat, 22 Maret 2024 kepada orangtuanya. 

Tak terima anak gadisnya diperkosa dan diancam akan dibunuh oleh pelaku, selanjutnya orangtua korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke POLRES Merangin untuk ditindaklanjuti.

“Setelah menerima laporan dari korban, saya langsung perintahkan Tim OPSNAL SAT RESKRIM POLRES Merangin untuk melakukan penyelidikan dan alhamdulillah pada hari itu juga sekira pukul 13.00 WIB siang pelaku berhasil kita amankan,” ujar Ruri.

Informasinya, pelaku berhasil diamankan saat sedang nongkrong di pinggir jalan Desa Simpang Parit, selanjutnya pelaku langsung dibawa ke POLRES Merangin untuk dilakukan pemeriksaan.

“Ya, saat ini pelaku sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik dan dari hasil pemeriksaan sementara pelaku mengakui semua perbuatannya,” ungkapnya.

Terhadap pelaku akan diterapkan Pasal 81 Ayat (1),(2) atau Pasal 82 Ayat (1) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016, tentang Penetapan Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Juncto 332 KUHPidana dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. (Iz)

Bagikan