Perkuat Keamanan dan Keandalan Operasi, SKK Migas-KKKS Sumbagsel Optimalisasi Pencapaian Target Produksi dan Lifting 2026


sekitarjambi.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah kerja Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menggelar kegiatan Rapat Kerja Operasi SKK Migas-KKKS Wilayah Sumbagsel Tahun 2026, yang bertajuk “Operasi Andal, Aman, dengan Pengelolaan Bahan Peledak (Handak) yang Optimal guna Pencapaian Target Produksi & Lifting Tahun 2026 yang Maksimal”. Kegiatan tersebut berlangsung pada 5 – 7 Agustus 2026 di Batam. Kegiatan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari tersebut diikuti oleh seluruh pimpinan dan perwakilan KKKS, bertujuan untuk memperkuat sinergi untuk meningkatkan produksi dan lifting migas sekaligus memastikan keamanan serta keandalan operasional hulu migas.
Rapat Kerja Operasi SKK Migas-KKKS Wilayah Sumbagsel Tahun 2026 diawali dengan agenda Rapat Kerja (Raker) Operasi & Lifting SKK Migas-KKKS Wilayah Sumbagsel yang berlangsung pada 5 – 6 Agustus 2026. Berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Sekuriti dan Pengelolaan Bahan Peledak (Handak) SKK Migas-KKKS Wilayah Sumbagsel pada 6 – 7 Agustus 2026. Pembukaan kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan komitmen untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam industri hulu migas.

Pada agenda Raker Operasi & Lifting, Pengawas Utama Lifting SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Haswanto Jaya, dalam laporannya menegaskan bahwa seluruh aspek kegiatan hulu migas merupakan satu rangkaian yang saling berkaitan. Mulai dari pengeboran, produksi, lifting, kesehatan dan keselamatan kerja, pengamanan hingga pengelolaan bahan peledak atau Handak, seluruhnya harus berjalan secara sinergis.
“Jadi ini sebenarnya suatu rangkaian yang tidak terpisahkan. Kondisi yang tidak aman, kita tidak bisa membawa Handak. Handak tidak bisa dibawa ke lapangan, kita tidak bisa eksplorasi, tidak bisa eksploitasi. Eksplorasi tidak bisa dilakukan, tentunya tidak bisa berharap adanya tambahan produksi. Tidak ada produksi, tentunya ngomong kosong kalau kita bisa meningkatkan lifting. Jadi ini kondisi yang harus sinergi dan bersamaan,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa salah satu tujuan utama pelaksanaan Raker adalah mengevaluasi kinerja produksi dan lifting wilayah Sumbagsel pada semester pertama 2026, sekaligus menyusun strategi untuk mencapai target pada semester kedua. Selain itu, Raker juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan kolaborasi antara SKK Migas, KKKS, serta mitra kerja di wilayah Sumbagsel.
“Kami berharap dengan rapat kerja operasi dan dengan kolaborasi yang erat antara SKK Migas dan KKKS, kami optimis target produksi dan lifting tahun 2026, khususnya di Sumbagsel dapat kita capai,” tuturnya.

Selanjutnya perwakilan KKKS wilayah Sumbagsel sekaligus sebagai host kegiatan, Operation Support Manager PetroChina International Jabung Ltd., Ananta Bagas Pradhika, dalam sambutannya mengatakan bahwa Raker menjadi forum penting untuk mempertemukan seluruh pihak dalam membahas berbagai tantangan yang dihadapi industri hulu migas, khususnya dalam upaya mencapai target produksi dan lifting tahun 2026.
“Target produksi dan lifting nasional semakin menantang. Di sisi lain, kita juga dihadapkan pada tuntutan untuk menjaga keandalan fasilitas, meningkatkan efisiensi produksi dan operasi, mengelola risiko keselamatan, serta memastikan setiap aktivitas dilaksanakan secara aman dan patuh terhadap regulasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa berbagai tantangan tersebut tidak dapat dihadapi secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antara SKK Migas, KKKS, mitra kerja, serta seluruh insan yang terlibat dalam kegiatan hulu migas.
“Segala tantangan itu akan lebih mudah dihadapi dengan adanya sinergi antara SKK Migas, KKKS, para mitra kerja, serta seluruh insan yang terlibat di dalamnya. Forum seperti inilah yang menjadi wadah terbaik untuk saling berbagi pengalaman, menyampaikan lesson learned, mendiskusikan tantangan nyata di lapangan, sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, mengatakan bahwa kinerja Sumbagsel sebelumnya menunjukkan capaian positif. Pada tahun 2025, capaian produksi wilayah Sumbagsel disebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2024. Namun, tantangan yang dihadapi sejak awal tahun 2026 membuat upaya pencapaian target produksi dan lifting menjadi lebih berat. Karena itu, diperlukan kerja lebih keras dan sinergi seluruh pihak untuk mengejar ketertinggalan hingga akhir tahun.
“Dengan awal tahun yang berat tentunya kita harus melakukan pekerjaan dua kali lipat di bulan-bulan selanjutnya. Harapan kami semua teman-teman di KKKS berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tantangan produksi yang terjadi pada awal tahun harus menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan bagi seluruh KKKS untuk melakukan berbagai langkah strategis dalam mengejar target hingga penghujung 2026. Menurutnya dengan kerja sama dan koordinasi yang semakin kuat, target produksi dan lifting Sumbagsel masih dapat diupayakan secara maksimal.
“Dari hal-hal yang berat, kita yakin bahwa dengan kerja keras kita bersama, sinergi, kolaborasi kita mampu mengatasi semua dan mengejar target yang kita harapkan yang dapat dicapai bersama,” ujarnya.

Dalam keynote speech-nya, Deputi Eksploitasi SKK Migas diwakili oleh Kepala Divisi Produksi dan Pemeliharaan Fasilitas Bidang Eksploitasi SKK Migas, Desta Andra Djumena, menyampaikan materi tentang Mengakselerasi Produksi dan Lifting untuk Ketahanan Energi Nasional (Termasuk di Dalamnya Pencapaian Pengeboran Semester I dan Outlook 2026). Dalam paparannya, ia menyampaikan sejumlah arahan strategis dalam rangka mendorong peningkatan produksi dan lifting. Strategi tersebut diarahkan pada optimalisasi potensi produksi yang masih dapat dimaksimalkan, baik melalui pengelolaan Natural Gas Liquids (NGL) untuk mendukung kebutuhan hilir, pengurasan dead stock, maupun peningkatan kinerja KKKS.
Selain itu, optimalisasi sumur-sumur yang dikelola masyarakat juga menjadi salah satu perhatian, mengingat potensi kontribusinya terhadap tambahan produksi. Upaya tersebut diharap dapat dilakukan secara terarah dan tetap memperhatikan aspek tata kelola serta dukungan dari seluruh pihak terkait.
“Kita akan kejar untuk kaitannya dengan Natural Gas Liquids (NGL) hilir, kemudian adalah pengurasan date stock, kemudian optimasi KKKS idol mudah-mudahan kita bisa tingkatkan untuk bisa dapat di 600 barel oil per day dan mohon dukungannya untuk optimasi sumur masyarakat,” ujarnya.
Dalam agenda Raker Operasi & Lifting, dilakukan pemberian penghargaan kepada KKKS wilayah Sumbagsel atas capaian Semester I Tahun 2026. Rincian peraih penghargaan tersebut adalah sebagai berikut:
- Penghargaan Dukungan dan Kerja Sama atas Penerimaan dan Penyaluran Minyak Barang Bukti Hasil Tangkapan Aparat Penegak Hukum melalui Fasilitas Hulu Migas PPP Prabumulih Tahun 2025 – 2026 diberikan kepada PT Pertamina EP Field Prabumulih
- Penghargaan Keberhasilan Mencapai Kinerja Produksi dan Lifting Minyak Terbaik Wilayah Sumbagsel Semester I Tahun 2026 diberikan kepada PetroChina International Jabung Limited
- Penghargaan Keberhasilan Mencapai Kinerja Produksi dan Lifting Gas Terbaik Wilayah Sumbagsel Semester I Tahun 2026 diberikan kepada PT Medco E & P Indonesia – SSB
- Penghargaan Keberhasilan Mewujudkan Komitmen Pengeboran Terbaik Wilayah Sumbagsel Semester I Tahun 2026 diberikan kepada PT Pertamina EP Zona 4
- Penghargaan Keberhasilan Mewujudkan Komitmen Seismik Terbaik Wilayah Sumbagsel Semester I Tahun 2026 diberikan kepada PT Sele Raya Belida
Raker Operasi & Lifting diisi oleh berbagai diskusi panel dan sosialisasi. Raker Operasi & Lifting diisi oleh paparan Program Kerja Pengeboran dan Seismik Wilayah Sumbagsel Tahun 2026 dan paparan Capaian Produksi dan Lifting Wilayah Sumbagsel Semester I Tahun 2026 serta Strategi Optimalisasi Lifting Semester II Tahun 2026. Selanjutnya Raker ditutup dengan ruang diskusi antara para pemangku kepentingan terkait Upaya Peningkatan Produksi dan Strategi Optimalisasi Semester II 2026.

Selanjunya, pada agenda Rakor Sekuriti & Pengelolaan Handak, Pjs. Kepala Departemen Operasi sekaligus merupakan Koordinator Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Febryan, dalam laporannya mengatakan bahwa Raker Sekuriti & Pengelolaan Handak digelar sebagai forum tahunan untuk memperkuat koordinasi, berbagi pengalaman, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi dalam kegiatan operasional hulu migas. Ia menyebutkan bahwa kegiatan yang melibatkan 35 KKKS ini dilaksanakan sebagai wadah berbagi pengalaman antar KKKS, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan dan sosial di wilayah operasi.
“Ini menjadi wadah sharing yang baik. Misalnya, ada KKKS yang pernah mengalami suatu isu gangguan sosial dan berhasil menyelesaikannya, di momen ini kita meminta yang bersangkutan melakukan sharing, supaya ketika teman-teman KKKS lain menghadapi persoalan yang sama, mereka sudah bisa melakukan mirroring dalam penyelesaian masalahnya,” ujar Febryan.
Selain aspek keamanan, Rakor Sekuriti & Pengelolaan Handak turut membahas pengelolaan bahan peledak yang selama ini menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan operasional hulu migas. Berbagai persoalan terkait pengelolaan bahan peledak yang sebelumnya kerap muncul secara bertahap telah berhasil diminimalkan melalui koordinasi dan forum bersama.
“Sama halnya juga terkait pengelolaan Handak. Kita sudah banyak menyelesaikan isu-isu terkait Handak, dengan adanya forum ini,” ungkapnya.

Selaku host kegiatan dan perwakilan KKKS wilayah Sumbagsel, QHSSE Manager PetroChina International Jabung Ltd., Alvin Reginald, mengatakan bahwa RAKOR Sekuriti & Pengelolaan Handak menjadi momentum penting untuk mempertemukan para pelaku industri hulu migas dalam membahas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, sekaligus berbagi pengalaman dan praktik terbaik yang dapat diterapkan di wilayah kerja masing-masing.
Kegiatan yang mengusung tema Operasi Andal dan Aman dengan Pengelolaan Handak yang Optimal Guna Pencapaian Target Produksi dan Lifting Tahun 2026 yang Maksimal, menurutnya tema tersebut sejalan dengan komitmen SKK Migas bersama KKKS di wilayah Sumbagsel dalam menjaga keberlangsungan kegiatan operasi hulu migas.
“Keberhasilan hulu migas itu tidak hanya diukur dari pencapaian target produksi dan lifting. Akan tetapi juga dari bagaimana kita bisa menjaga setiap aktivitas operasi tetap selamat, tetap aman, tetap andal, dan sesuai dengan peraturan maupun standar yang berlaku. Maka dari itu, pengelolaan sekuriti kemudian pengelolaan bahan beledak kalau kita lakukan secara profesional, terencana, itu pasti akan menjadi faktor penting dalam mendukung kelanjuran operasi,” ujarnya.
Selanjutnya, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, dalam memberikan arahan sekaligus mengingatkan kepada seluruh KKKS bahwa tantangan keamanan dan keselamatan operasional hulu migas ke depan semakin kompleks, terutama dalam penerapan kebijakan penguasaan sumur minyak masyarakat.
“Tantangan kita ke depan semakin berat, terutama dengan implementasi Permen ESDM Nomor 14 tahun 2025 terkait penguasaan sumur minyak masyarakat. Meski dirancang meciptakan tata kelola yang teratur, kebijakan ini juga memicu potensi-potensi gangguan keamanan di area operasi, jika tidak diimbangin dengan peningkatan pengamanan dan pendampingan sosial yang baik dari seluruh fungsi. Dinamika di lapangan menuntut kita tidak hanya bisa menghadapi ancaman fisik konvensional, tapi juga wajib memenuhi keselamatan kerja yang tinggi serta kepatuhan kepada prinsip environment social and government,” ujarnya.
Di tengah tantangan tersebut, ia berharap Rakor Sekuriti & Pengelolaan Handak dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga keamanan operasional hulu migas serta mampu mendorong peningkatan target lifting di wilayah Sumbagsel.
“Saya berharap ini dapat menjadi wadah yang memperkuat sinergi, kolaborasi, komunikasi, dan menciptakan kondisi operasional hulu migas yang aman kondusif, khususnya di wilayah Sumbagsel,” harapnya.

Dalam keynote speech-nya Sekretaris SKK Migas diwakili oleh Staf Ahli Sekretaris SKK Migas, Mayjen TNI Dr. Andrey Satwika Yogaswara, S.Sos., S.H., M.M., CFrA, menyampaikan materi tentang Secure Operations, Stronger Production: Transformasi Pengamanan Hulu Migas dalam Mendukung Operasional Excellence dan Ketahanan Energi Nasional. Ia menekankan bahwa penguatan kapabilitas menjadi kunci dalam menciptakan sistem keamanan dan operasional hulu migas yang lebih tangguh. Menurutnya, hal tersebut mencakup kesiapan sumber daya manusia, pemanfaatan data dan teknologi, serta penerapan budaya organisasi yang mendorong setiap potensi risiko untuk segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.
“Sekuriti bukan hanya penjagaan. Sekuriti adalah kapabilitas organisasi dengan pembagian peran yang sangat jelas,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa ketahanan operasional hulu migas di wilayah Sumbagsel membutuhkan sinergi dan koordinasi yang kuat antara SKK Migas, KKKS, mitra operasi, serta pemerintah daerah dan pihak terkait.
“Di Sumbagsel khususnya, ketahanan operasi memerlukan kerja bersama dengan KKKS, supporter, dan mitra operasi, aparat, serta Pemda sesuai dengan kewenangan, komunitas dan pihak terkait lainnya. Partnership tidak boleh berhenti hanya sebagai daftar kontak di dalam nomor telepon, ia perlu diterjemahkan ke dalam antar tatap muka koordinasi, pelatihan, dan evaluasi bersama,” tegasnya.
Dalam agenda Rakor Sekuriti & Pengelolaan Handak, dilakukan pemberian penghargaan kepada KKKS wilayah Sumbagsel atas capaian Semester I Tahun 2026. Rincian peraih penghargaan tersebut adalah sebagai berikut:
- Penghargaan Pengelolaan Bahan Peledak Terbaik Wilayah Sumbagsel Semester I Tahun 2026 diberikan kepada KSO – PEP SE BWP Meruap
- Penghargaan Keberhasilan dalam Menciptakan Zero Illegal Tapping pada Semester I Tahun 2026 diberikan kepada PetroChina International Jabung Limited

Rakor Sekuriti & Pengelolaan Handak turut diisi oleh berbagai paparan dan diskusi panel yang turut menghadirkan Penasihat Ahli Kepala SKK Migas Bidang Teritorial, Mayjen TNI Husein Sagaf, S.H. Melalui rangkaian Rapat Kerja Operasi, SKK Migas bersama KKKS dan para pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan operasional hulu migas. Tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan lifting, kegiatan ini juga menekankan pentingnya keamanan, keselamatan, pengelolaan bahan peledak, perlindungan aset, serta koordinasi lintas pihak guna memastikan operasional hulu migas di wilayah Sumbagsel tetap berjalan aman, andal, dan berkelanjutan. (Iz)
