Sering Minum Milk Tea dan Kopi Susu Miliki Risiko Lebih Berbahaya Dibandingkan Makan Dua Porsi Nasi

sekitarjambi.com – Banyak orang memilih mengurangi konsumsi nasi demi menjaga berat badan. Namun, tanpa disadari mereka tetap rutin mengonsumsi minuman manis kekinian seperti milk tea, kopi susu gula aren, hingga matcha latte yang justru berisiko lebih besar memicu obesitas dan diabetes.
Mengutip dari detikHealth, Spesialis Gizi Klinik, dr. Christopher Andrian, M.Gizi, Sp.GK, menjelaskan bahwa kalori dari minuman manis atau liquid calories lebih sulit dikenali oleh sistem tubuh dibandingkan kalori dari makanan padat. Menurutnya, minuman manis tidak mampu memberikan sinyal kenyang secara optimal sehingga seseorang cenderung mengonsumsi kalori berlebih tanpa disadari.
“Minum milk tea bisa bikin lebih gemuk, karena kan dia liquid jadi alarm lapar-kenyangnya itu nggak berasa. Beda sama makan dua porsi nasi, dia pasti merasa kenyang,” ujar dr. Christopher dikutip pada Sabtu (11/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa ketika seseorang mengonsumsi makanan padat seperti nasi, lambung akan meregang dan mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh sudah kenyang. Proses pencernaan juga berlangsung lebih lama sehingga energi dilepaskan secara bertahap.
Sebaliknya, minuman manis seperti milk tea, kopi susu gula aren, maupun matcha latte lebih cepat melewati lambung tanpa memicu sinyal kenyang yang kuat. Akibatnya, otak tetap menganggap tubuh masih membutuhkan makanan, padahal kalori yang masuk sudah cukup tinggi. Selain itu, kandungan gula dalam minuman tersebut juga dapat menyebabkan lonjakan gula darah dalam waktu singkat yang berisiko mengganggu metabolisme tubuh apabila dikonsumsi secara rutin.
“Minuman seperti milk tea, kopi susu gula aren, matcha latte itu kan juga kebanyakan tinggi gula ya. Tidak sadar bisa tiba-tiba obesitas, diabetes,” lanjutnya.
Menurut dr. Christopher, kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula setiap hari dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan, obesitas, hingga diabetes melitus, bahkan pada usia muda. Karena itu, masyarakat disarankan lebih bijak dalam memilih minuman sehari-hari dengan mengurangi tambahan gula serta memperbanyak konsumsi air putih agar asupan kalori tetap terkontrol dan kesehatan metabolik tetap terjaga. (Iz)
